Apple Girl and King

Apple Girl and King

  • WpView
    Reads 57,752
  • WpVote
    Votes 4,064
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 30, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Di sebuah kerajaan bernama Orleans yang di pimpin oleh seorang Raja muda dan tampan tapi belum memiliki Permaisuri, alasannya hanya karena dia tidak menyukai wanita. Sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang gadis biasa yang misterius dan selalu berwajah datar yang membuat hari-harinya penuh debaran yang tidak ia ketahui. *Ini manuskripnya Webtoonku, udah kubikin dari tahun lalu dan rencananya mau dibikin Webtoon, tapi karena merasa story cerita ini banyak kurang jadinya gak kulanjutin di Webtoon, tapi untungnya karena banyak yang suka dan penasaran sama kelanjutan maka aku posting aja disini manuskripnya aja, gak ada waktu buat ngedit jadi maaf atas kekurangannya, kalau ada kesalahan kata atau cerita silahkan komen dan nanti akan saya koreksi lagi*
All Rights Reserved
#112
royalty
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Roos
  • One Shoot Story (Selesai)
  • Legacy of Velmora Season 1
  • The King (Kingdom Series #1)
  • DESTINY WITH THE DEVIL II
  • The Tyrant's Beloved Woman [END]
  • The Naughty Hera | Short Story
  • Fille De Remplacement
  • Meet My King [End]
Roos

"Tolong jadikan aku rakyat biasa." Perkataan dari anak perempuan itu membuat satu aula terdiam. "Tapi kau berada di nomor dua puluh empat dari tahta," ucap kaisar yang juga kakeknya. "Benar, kau putri satu-satunya kekaisaran," jelas raja tak terima, jangan lupakan dia adalah pamannya. Semua orang menatapnya tajam, bahkan ayahnya sudah ingin memitesnya seperti kutu. "Tapi aku mau bebas," bantah gadis itu lagi, bahkan dahinya sudah berlapis-lapis. "Baik kau akan menjadi putri mahkota dari sepupu pertamamu," titah kakeknya dengan ucapan santai yang ditulis oleh kasim. Oh jangan lupakan ucapannya adalah hukum!

More details
WpActionLinkContent Guidelines