Represi

Represi

  • WpView
    Reads 211
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 11, 2020
Hari itu, suara terakhir yang kudengar adalah gemericik hujan dari balik jendela. Sudut mataku menangkap sesosok gadis kecil yang tergeletak lemah di ujung tangga, dengan dahi dan tangan yang tampak membiru. Setelah itu, tak ada lagi suara yang kudengar. Tak ada lagi cahaya yang kulihat. Hanya gelap dan sunyi yang menyelimutiku. Namun tiba-tiba, terdengar bisikan dan teriakan yang memenuhi telingaku membuat kepalaku terasa sakit. Suara itu benar-benar membuatku ketakutan. "Rinzani, kau membunuh gadis kecil itu. Kau pembunuh!" Teriak suara itu. _____ "Represi" [Started at 16 October 2019] Copyright © 2019 by Rifa Hendriani
All Rights Reserved
#441
mentalillness
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SOLITUDES
  • about us and him ✔️
  • ADOLESCENCE [END]
  • Where am I?
  • Gone(✔)🔚
  • Between Us
  • CATUR [END]
  • Umbrella Life [END]
  • ABCD [TELAH DI TERBITKAN]
SOLITUDES

Highest rank: #1 in Fiksiremaja #1 in Cerita #3 Pregnant #5 teenfiction #8 in Benci #8 in Pregnant #10 in SMA #10 in Remaja [DISARANKAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, AGAR PEMBACA TAHU PENGUMUMAN TENTANG CERITA INI] ---- Malam itu, membuatnya membenci dirinya sendiri. Malam itu, malam terburuk baginya. Mengakhiri hidup adalah salah satu jalan baginya. Rasa benci yang sangat besar, membuatnya merasa kesepian. Ingin ia memutar waktu, untuk tidak menemuinya malam itu. 'Selalu menganggap diriku kotor, adalah sebuah kebiasaan.' - Gianna Pristin Dirgantara - ---- Kesalahan besar telah ia perbuat. Tantangan konyol yang membuatnya terjebak. Rasa penyesalan semakin tumbuh dalam dirinya. Lelah sudah ketika ia semakin tenggelam dalam penyesalan yang dalam. Kata maaf tidak pantas untuk ia ucapkan. 'Menyakitinya adalah kebiasaanku.' - Arthur Julian Wijayanto - ---- DON'T COPY MY STORY!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines