We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Heart's Refuge (Antologi)

The Heart's Refuge (Antologi)

  • WpView
    Reads 162
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 2, 2024
WpInfo
Fanfic
1Direction
Dalam perjalanan pencarian makna dan kedamaian, dua jiwa yang terpisah oleh waktu dan kesedihan menemukan diri mereka dalam perjalanan yang tak terduga. Daftar Antologi: 1. "Elegi yang Bergema di Dasar Jurang" menceritakan Alexander, yang terjebak dalam kenangan mendiang istrinya, Evelyn. Ketika ia mendengar legenda tentang Kastil Elysium yang dapat mengembalikan roh orang meninggal, ia dihadapkan pada pilihan yang menakutkan antara cinta dan pengorbanan. 2. "The Heart's Refuge" menceritakan perjalanan Hiyori, yang menemukan harapan baru di restoran kecil warisan neneknya, setelah dikhianati pacarnya. Di desa terpencil, ia bertemu Kai, sosok tenang yang membantunya menemukan rumah yang hilang dalam dirinya.
All Rights Reserved
#56
self-reflection
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERAYAAN PATAH HATI
  • Another Life (Completed)
  • Sungai-Sungai Menuju Neraka
  • The Queen's Revenge
  • Make You Mine
  • Luka dan Malam [END]
  • ATHENA | Antagonist Princess
  • Refleksi
  • ALZEA

"Tidak semua luka harus sembuh, sebagian justru layak dikenang..." Dalam kumpulan cerpen ini, patah hati bukan sekadar akhir dari cinta, tapi sebuah perayaan-tempat kenangan, luka, pengkhianatan, dan keheningan duduk bersama dalam satu meja, meneguk air mata sebagai anggur malam. Perayaan Patah Hati menghadirkan kisah-kisah manusia yang berjalan limbung di lorong sunyi kehilangan: Seorang pria yang dihantui masa lalu mantan istrinya, hingga iblis dalam dirinya menampakkan wajah... Perempuan yang mencari makna di balik mimpi-mimpi gelap setelah kekasihnya hilang tanpa pesan... Sebuah surat yang tak pernah sampai, ditulis di antara jeda hujan dan bunyi ambulans... Dan cinta-cinta lainnya, yang menyublim dalam kata, menyakitkan namun indah dikenang. Dengan gaya bahasa yang manis dan penuh diksi metaforis, buku ini mengajak pembaca merayakan rasa sakit, menyelami kedalaman luka, dan menatap cahaya kecil di ujung sepi. Karena tidak semua patah hati harus dilupakan-sebagian dituliskan, dirayakan, dan dijadikan rumah bagi yang pernah tersesat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines