AIDAN
  • WpView
    Reads 783
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 26, 2020
"She's mine, lo sentuh dia? gue ga segan-segan buat habisin lo" Aidan Melviano Julian. Si cowok dingin yang menjadi most wanted SMA Cakra Pelita. Dengan ketampanannya yang sangat menawan, tidak heran bila banyak siswi-siswi yang kagum padanya. Tertarik? tentu tidak. Ia bahkan tidak melirik satu pun siswi yang setiap hari meneriaki namanya dengan heboh itu. Satu lagi, Aidan tidak suka disentuh oleh siapa pun. Ya, Aidan yang sensitif dengan sentuhan hanya bisa luluh oleh sentuhan Kaluna. Hanya cewek periang itu yang dapat menaklukan hati Aidan yang sedingin es. Es yang sudah lama membeku. Kehadiran Kaluna Nathania membuat hidup Aidan yang semula hanya hitam dan putih, kini menjadi berwarna layaknya pelangi. Kaluna adalah ksatria dalam hidupnya yang kelam. published on: 25 Desember 2O19
All Rights Reserved
#12
manurios
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • Love & Enemy
  • KenSha [Tahap Revisi]
  • Still You [END]
  • My Enemy Ayna
  • DRABIA [END]
  • DANKLAR
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • Cool Ketos💣[End -- Sudah Terbit]
  • RAJAWALI

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines