Story cover for Dibalik Luka by penadiya
Dibalik Luka
  • WpView
    LETTURE 32
  • WpVote
    Voti 3
  • WpPart
    Parti 2
  • WpView
    LETTURE 32
  • WpVote
    Voti 3
  • WpPart
    Parti 2
In corso, pubblicata il ott 14, 2019
Apa yang terlihat sempurna belum tentu nyata.
Apa yang dianggap utuh belum tentu tak retak.
Kalian mungkin mendengar bahwa terlihat baik-baik saja walau sebaliknya itu sulit.
Telihat tersenyum walau hati menangis.
Dan kini, aku merasakan itu semua. Aku yang berlagak bahagia nyatanya terlalu hipokrit untuk menyatakan sebaliknya.
Ini kisahku. Kisah yang mungkin akan selalu ku ingat hingga akhir hayat.
Aku sakit, aku cacat. Aku ingin sembuh, apakah aku masih diperkenankan untuk merasakan bahagia yang sebenarnya?

jadwal update setiap hari Jumat
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Dibalik Luka alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
#9sukma
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat di zei_llyn
18 parti In corso
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 10
Full Of Scratches cover
Behind the Silence cover
Shananda cover
IMPERIUM || End✓ cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
don't leave daddy CH2 (END) cover
LANGIT END cover
KARA  cover
Endless [END] cover
Memories of us cover

Full Of Scratches

21 parti In corso

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *