Silhouette

Silhouette

  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 27, 2014
WpInfo
Non-Fiction
Cerita pendek karanganku yang pertama. Hujan turun hari itu, Andi berjalan ke sebuah halte bus untuk berteduh. Andi terjebak bersama seorang gadis misterius. Andi menjadi akrab dengannya, namun kenyataan membawa Andi kepada sesuatu yang berkesan dan misterius tentang gadis itu.
All Rights Reserved
#36
siluet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUCIN MAS ARSITEK [ SUDAH TERBIT ]
  • Senja Terakhir : Luminous
  • INDIGO GIRL AND 7 MEMBER BTS
  • Hujan dalam Pandanganku
  • JINGGA 4 (BAB 1 S/D BAB 22 END) ✔️
  • Romantic Short Story  II
  • Warisan Gandari
  • SEWU DINO (1000 HARI)
  • Kisah yang Tertunda
  • Detektif Paranormal, Loyals

Ketika seorang arsitek muda, tampan, mapan, dan dingin bernama Banyu Biru menyakini bahwa jodoh adalah cerminan diri, maka dia cukup percaya diri bahwa jodohnya kelak adalah seorang gadis pendiam yang santun dan tidak suka neko-neko. Banyu Biru belum melakukan kodratnya sebagai makhluk bergender pria, yaitu memilih. Kepercayaan dirinya pada keyakinan tentang jodoh adalah cerminan diri, membuatnya belum menjatuhkan pilihan di usianya yang ke 28 tahun. Banyu belum menemukan gadis sesuai dengan apa yang dia yakini. Ditambah lagi, jejak masa lalunya yang pernah merasa jatuh cinta pada seorang gadis yang dirasanya adalah tipenya, membuatnya anteng saja di usianya yang sudah matang. Pun ketika insiden sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di kafe di depan kantor Dinas Tata Kota, membawanya berurusan dengan gadis bernama Dian Agni Pangestika, sang pemilik mobil. Agni yang cantik itu justru membuat Banyu terkaget-kaget karena gadis itu begitu blak-blakan dan seperti tidak berniat pelan-pelan saat membuat laporan ke kantornya. Kata Banyu, dari gaya bicaranya, Agni itu berandalan. Gadis 22 tahun itu bahkan secara terang-terangan menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala seakan melucutinya tanpa malu. "Mas jodoh, tolong urusan ganti rugi ini dipercepat nggih? Saya harus pergi sekarang." Kata-kata Agni itu seketika membuat Banyu Biru membuat benteng setinggi langit dan sepanjang garis cakrawala di depan Agni. Banyu Biru dan Dian Agni dari kacamata kalian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines