My Bastrad Boy <MBB> {Hiatus}

My Bastrad Boy <MBB> {Hiatus}

  • WpView
    Reads 142
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 27, 2019
Ini bukan Kisah seorang cold boy dengan kedinginannya,ataupun most wanted dengan sejuta pesonanya. Ini hanyalah cerita Mila yang selalu mencoba bertahan menghadapi Juna. Mila yang berusaha sabar di atas ambang rasa sakit hatinya. Juna yang membuat Mila tersenyum tapi Ia jugalah yang meggoreskan beribu luka di hati Mila. "Aku akan berhenti bukan Karena kamu yang menyuruhku, tapi aku akan berhenti disaat aku benar-benar Lelah! "~Camila. *** #Rank 5 Introvert (20.11/19) @real_dvn Happy reading👌
All Rights Reserved
#14
storysma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penuh Luka (On Going)
  • ALSTARAN [END]
  • Waktu?
  • AFIKA [ END✔ ]
  • Ruang kosong di pojok Hati (SELESAI)
  • Sour Seventeen
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • PROMISE
  • Hurt Love
  • REINA

No copas! Cerita ini hanya fiksi, hasil ide saya sendiri! Kisah ini tentang seorang gadis muda yang hidup dengan luka batin yang mendalam akibat ayahnya membiarkan ibunya untuk wanita lain. Luka ini tidak hanya mempengaruhi ibunya, tetapi juga dirinya sendiri. Ia tumbuh dengan perasaan tidak cukup baik, merasa bahwa dirinya tidak cukup berharga di mata ayahnya. Ia harus menghadapi setiap masalah dan ucapan dari ayah nya dan wanita pelakor itu. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kekecewaan, ia berusaha untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Melalui perjalanan hidupnya, ia belajar untuk menerima keadaan dan memaafkan ayahnya, meskipun itu tidak mudah. Cerita ini adalah genre perjuangan, kesedihan, dan proses penyembuhan, serta bagaimana seseorang dapat bangkit dari keterpurukan dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. ••• Dengan langkah cepat, Hendra menghampiri Melia yang melihat dirinya datar. "Apa yang kau lakukan, Melia?!" tanya Hendra dengan nada tingginya. Melia melirik pada Rina sebentar yang meringis kesakitan, lalu menatap Ayahnya lagi yang berada di hadapannya. "Ayah punya mata 'kan?" Melia bukan menjawab melainkan memberi pertanyaan. "Aku hanya berlatih melempar benda pada tempatnya kok," lanjutnya lalu melangkah pergi. "Melia!" Penasaran dengan alurnya? baca yok, jangan lupa follow dulu💋

More details
WpActionLinkContent Guidelines