Udah Biasa ( HIATUS)

Udah Biasa ( HIATUS)

  • WpView
    Membaca 2,438
  • WpVote
    Vote 490
  • WpPart
    Bab 26
WpMetadataReadDewasaLengkap Sab, Jun 27, 2020
" Tenang aja, aku gak papa ko, Win. Seperti yang aku bilang aku udah biasa digituin" Ucap Radit sambil tersenyum dan mengelus pelan rambut Windah. Lalu berlari menjauh dari kekasihnya. Sedangkan Winda menatap sendu ke arah Radit. dia tahu bagaimana perasaan cowok itu. setelah punggung Radit sudah tidak terlihat ia kembali ke lapangan. Radit melambatkan laju larinya dan bersandar didinding, ia memegangi dadanya yang terasa perih tanpa dia sadari air matanya sudah membanjiri pipinya. #terbitjaksamedia #Romance #Remaja
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • KAY'S STORY
  • Arsyilazka
  • Orang Ketiga
  • SATRIA (Completed)
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • Seperti Odong-Odong
  • You're [not] Mine
  • NIDA ( END )
  • Bukan Dilan 1990 (COMPLETED)

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan