We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BULLYING OF SCHOOL

BULLYING OF SCHOOL

  • WpView
    Reads 637
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 19, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Lain kali lo jgn sok kecentilan di dpn gue&juga sok cantik, klo lo masih ngelakuin hal ini lagi liat aja nanti akibatnya"ancam andini terhadap cewek itu"dan satu lagi,jgn pernah lo deketin atau kecentilan ke ali,karna ali adalah pacar gue paham lo pada hah bitch??." Peringatan andini kakak kelas zahra. "klo gue ngk mau nurutin apa yg lo mau?apa yg lo akan lakuin terhadap gue hah,bitch?"zahra yg sedang memasang senyuman miring khas dirinya yg membuat org takut saat melihatanya "Dan apa lo bilang tadi,gue bitch haha gk ada kaca di rmh lo apa?klo ngk ada nanti gue beliin deh beserta tokohnya sekalian,ngaca dong mbak yg sebenarnya di sini bitch itu adalah elo dan dayang-dayang lo ini,bitch kok bilang bitch sih hhh"ketawa Zahra saat mengembalikan kata-kata zahra terhadapnya. Yaa saat itu andini tdk mengetahui bahwa ada org yg sedang mengepal ke dua tangannya dan rahangnya menegang menahan amarah yg sedang memuncak. "Dan apa lo bilang tadi,lo ngk mau nurutin apa yg gue minta ke lo,oh hhh gue tau bahwa lo itu naksir kan sama ali??".Bentak andini kepada zahra dkk. "Klo iya knp hah? gue udah syg banget dengan ali,bahkan ali juga sangat syg sama gue,dan juga gue udah pernah ciuman dengan ali,lo mau ngomong apa lagi hah?" zahra dengan senyum kemenanagan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sacrifice Of Love (Evan END) SUDAH TERBIT
  • FARZAA
  • tentang sebuah rasa
  • BENCI- Benar Benar Cinta
  • DIKANESHA
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • reminisce before I go
  • BUNGKAM

SUDAH DITERBITKAN... "Aku tidak pernah menerima penolakan!"ujar evan dengan tegas, hingga membuat zahra menghentikan langkahnya yang baru saja menjauh 2 langkah dari meja evan."tinggalkan kekasihmu, atau dia yang akan meninggalkanmu untuk selamanya...alias MATI!" Zahra membalikan badannya dan menatap evan tak percaya, zahra hanya bisa diam tanpa bisa berkata apa-apa lagi. Dirinya kehabisan kata-kata. Evan tersenyum melihat reaksi terkejut zahra."kau tidak punya pilihan lain selain meninggalkannya dan menjadi milikku! Atau kau akan melihat jasad tunanganmu tanpa tangan dan kaki besok pagi..." ***** "Apa kau pikir ini semua mau ku? Semua ini terjadi juga karnammu! Kau yang memintaku menemuinya! Jadi kau harus bertanggung jawab atta!"ujar zahra marah dan tanpa sadar semua keluh kesahnya dilampiaskan kearah anatta."radit pergi meninggalkanku! Dan keluargaku telah mengusirku atta! Itu juga karnamu! Aku melakukan itu demi keselamatanmu! Apa kau tidak memikirkan itu! Hidupku hancur KARNA MU ATTA! DEMI MENYELAMATKAN KARIRMU! AKU HARUS MENGORBANKAN HIDUPKU ATTA!" Anatta terdiam terpaku mendengar semua makian zahra yang memang ada benarnya. Anatta menghapus air matanya dengan tangan kirinya lalu menatap zahra yang tengah mengatur napasnya sambil meredakan amarahnya. "Aku tahu...semua ini terjadi memang karnaku ara...hiks...lalu apa yang harus aku lakukan untuk menebus semua kesalahanku?"ujar anatta sambil sesegukan. Zahra menatap anatta cukup lama."kau...kau harus menikah dengan evan..." "Apa?"pekik anatta tak percaya, apa semua luka ini belum cukup untuknya? Hingga zahra tega melakukan semua ini kepadanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines