Aku terdiam melihat kutukan dijaman ini, aku melirik kanan kiriku dengan ujung kelopak mataku. "Argh.. Kenapa semua orang bisa melakukan hal sebodoh ini" gerutuku dalam hati. "Aku paling tidak bisa melihat hal-hal bodoh seperti yang mereka lakukan" lanjutku. Aku tersadar dalam lamunanku karena tepukan dibahuku. Aku mengenal tepukan itu, "Zahra" panggilnya, suara itu benar-benar lembut dan mampu membuat semua beban dan pikiran terformat begitu saja. Aku memalingkan wajahku tepat dihadapan wajah tampannya. "Sudahlah, tak semua orang sepertimu. Mereka mempunyai jalan pribadinya sendiri, tak usah kau pikirkan itu." Aku mengangguk dan beranjak dari bangku taman favoritku itu. Entah kenapa dia selalu bisa menenangkanku dalam keadaan apapun itu. Ia merangkulku dalam pelukannya, aku dapat merasakan kehangatan dan ketulusan dari pelukannya itu. Namaku Ananda Putri Zahra, orang biasa memanggilku zahra. Entah kenapa aku lebih suka dan ingin dipanggil Rinjani.
More details