BULLYING OF SCHOOL

BULLYING OF SCHOOL

  • WpView
    Reads 636
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 19, 2020
"Lain kali lo jgn sok kecentilan di dpn gue&juga sok cantik, klo lo masih ngelakuin hal ini lagi liat aja nanti akibatnya"ancam andini terhadap cewek itu"dan satu lagi,jgn pernah lo deketin atau kecentilan ke ali,karna ali adalah pacar gue paham lo pada hah bitch??." Peringatan andini kakak kelas zahra. "klo gue ngk mau nurutin apa yg lo mau?apa yg lo akan lakuin terhadap gue hah,bitch?"zahra yg sedang memasang senyuman miring khas dirinya yg membuat org takut saat melihatanya "Dan apa lo bilang tadi,gue bitch haha gk ada kaca di rmh lo apa?klo ngk ada nanti gue beliin deh beserta tokohnya sekalian,ngaca dong mbak yg sebenarnya di sini bitch itu adalah elo dan dayang-dayang lo ini,bitch kok bilang bitch sih hhh"ketawa Zahra saat mengembalikan kata-kata zahra terhadapnya. Yaa saat itu andini tdk mengetahui bahwa ada org yg sedang mengepal ke dua tangannya dan rahangnya menegang menahan amarah yg sedang memuncak. "Dan apa lo bilang tadi,lo ngk mau nurutin apa yg gue minta ke lo,oh hhh gue tau bahwa lo itu naksir kan sama ali??".Bentak andini kepada zahra dkk. "Klo iya knp hah? gue udah syg banget dengan ali,bahkan ali juga sangat syg sama gue,dan juga gue udah pernah ciuman dengan ali,lo mau ngomong apa lagi hah?" zahra dengan senyum kemenanagan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 3726 Rinjani Bersamamu
  • ISTRI GEN -Z
  • Bian The Cold Boyfriend
  • Sacrifice Of Love (Evan END) SUDAH TERBIT
  • FARZAA
  • DIKANESHA
  • Stay (Away)

Aku terdiam melihat kutukan dijaman ini, aku melirik kanan kiriku dengan ujung kelopak mataku. "Argh.. Kenapa semua orang bisa melakukan hal sebodoh ini" gerutuku dalam hati. "Aku paling tidak bisa melihat hal-hal bodoh seperti yang mereka lakukan" lanjutku. Aku tersadar dalam lamunanku karena tepukan dibahuku. Aku mengenal tepukan itu, "Zahra" panggilnya, suara itu benar-benar lembut dan mampu membuat semua beban dan pikiran terformat begitu saja. Aku memalingkan wajahku tepat dihadapan wajah tampannya. "Sudahlah, tak semua orang sepertimu. Mereka mempunyai jalan pribadinya sendiri, tak usah kau pikirkan itu." Aku mengangguk dan beranjak dari bangku taman favoritku itu. Entah kenapa dia selalu bisa menenangkanku dalam keadaan apapun itu. Ia merangkulku dalam pelukannya, aku dapat merasakan kehangatan dan ketulusan dari pelukannya itu. Namaku Ananda Putri Zahra, orang biasa memanggilku zahra. Entah kenapa aku lebih suka dan ingin dipanggil Rinjani.

More details
WpActionLinkContent Guidelines