This Destiny For Which We Are Not Too Lucky

This Destiny For Which We Are Not Too Lucky

  • WpView
    Reads 401
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 29, 2021
'ne..ne.. sekarang kita ini bentuknya sudah seperti apa?' 'tidak terlalu tahu, mungkin kita masih berupa gumpalan darah.' 'begitukah?' 'begitu.' *** Sebuah hubungan itu sangat berharga terutama bagi sepasang anak kembar. Karena mereka sudah terikat sejak dalam kandungan ibunya dan memiliki ikatan yang sangat erat. Bercerita tentang sepasang anak kembar dari dalam kandungan hingga harus berpisah dengan tragis. Ini adalah kisah dari seorang saint Scorpio yang memiliki kenangan yang sangat menyakitkan bersama kembarannya selama dalam kandungan sampai perpisahan dua belas hari setelah kelahiran keduanya. Mil (dibaca Mail*) dan Ilo (dibaca Ailo) *dibaca sesuai kata-katanya, tidak dipenggal. Adalah nama yang direncanakan untuk kedua anak kembar berzodiak Scorpio tersebut akan tetapi ketika Ilo meninggal sang orang tua menggabungkan nama keduanya dan memberikannya kepada Mil. *** 'Ilo, apa kau tahu bahwa kita ini tidak terlalu beruntung?' Ilo hanya menangis, dan mempertanyakan mengapa kita berdua tidak terlalu beruntung ditakdir ini. Ilo dan Mil sudah tahu bahwa mereka tidak terlalu beruntung ditakdir ini tapi mereka masih terus bertanya mengapa. *** Ini adalah karya imajinasi yang murni dari saya sendiri jadi bila ada kesalahan mohon kritik dan saran.
All Rights Reserved
#44
saintseiya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Setia Di Hati (Selesai)
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • PROTEKTIF OVERDOSIS
  • Keabadiaan || Bara ( Belum Di Revisi )
  • Athalia Secret. |Sudah Terbit|
  • PAINFUL✔[SUDAH TERBIT]
  • JEAN
  • Fraternal J&J [Terbit]

#MantanSeries Bila orang bilang hal yang paling berpengaruh itu adalah perpisahan tanpa pesan, maka aku tidak menyetujuinya. Sebab, bagiku yang paling mempengaruhi bukan perpisahan tanpa pesan akan tetapi pertemuan kembali setelah perpisahan tanpa pesan. Dan hal itu, sangat berpengaruh pada cerita yang sudah dianggap selesai tapi kenyataannya belum. Dan kisah ini, sejujurnya aku tak ingin mengulanginya sebab ketika kenangan yang sudah berhasil dikubur mencuat kembali akan membawa cerita yang berbeda dengan kenyataan yang sempat diharapkan. -Setelah sekian lama kita tidak berjumpa. Aku kini mulai berpikir, apa yang harus kulakukan jika kita dipertemukan kembali. Haruskah aku menyambutmu dengan pelukan hangat ataukah kusambut dengan derai air mata kerinduan. Dan ternyata, setelah sekian lama. Kala waktu kita bertemu, ternyata kita bagai dua orang asing yang saling mengenal.- ----> Mawarmay Kediri, 23 September 2019 Cerita ini hanya fiksi semata, apabila ada kesamaan tempat, nama tokoh, kejadian dan beberapa hal yang mungkin terasa tidak asing maka ini hanya imajinasi dari penulis yang tertuang dalam kata. Jadi mohon dimaklumi atas unsur ketidakpastian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines