BULAN DAN BINTANG

BULAN DAN BINTANG

  • WpView
    LECTURAS 66
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, oct 17, 2019
"Lu punya mata gak sih? kalau jalan tuh lihat-lihat" Ucap cowok itu ke Bulan. "Lah kok gw? bukannya lu juga yang nabrak gw hah?" Ucap berlin gak kalah ngegas sepertu cowok itu tadi. "Udah lan udah, lu gk tau siapa dia? sekarang lu minta maaf aja nanti gw kasih tau lu di kantin dia siapa!" bisik Berlin ke Bulan. "Apa? gw yang minta maaf ke dia? ogah banget gw minta maaf sama tuh orang, orang dia yang salah ngapain gw yang minta maaf?" Ucap Bulan sinis ke cowok itu. "Untung lu cewek, kalau cowok udah gw habisin lu di sini" Ucap cowok itu ninggalin ketiganya.
Todos los derechos reservados
#664
perasaan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • STELLA (On Going)
  • BULAN [END]
  • BINTANG&BULAN
  • ARGA [REVISI]
  • Antara Bulan dan Bintang
  • RAISEN
  • You're[1] MINE

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido