Story cover for Kala Itu by finaistiqomah97
Kala Itu
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Oct 16, 2019
Kala itu ...
Aku dan kamu sepakat menjadi kita,
kita ditakdirkan bersama,
Suka duka rasakan tanpa meminta, 
Tawa tangis nikmati bersama.

Dari kerasnya Ego yang sanggup berdamai,
Kerasnya batu yang mampu luluh,
Nikmatnya Kehangatan kala itu, 
pada akhirnya egomu sekeras batu.

Serumit ini kah..
Jika hanya berhujung perpisahan, 
Kau pergi tanpa pamit,
Kau menghilang tanpa ajari caranya melupakan.

Kau sepakat lepaskan tanpa rapat,
Hanya menyisakan luka yang tak kau tutup rapat rapat,
Rentang kisah kita bermula berbeda yang berhujung serupa.
Dan ahirnya kau berlari kita jadi selisih.

Mungkin ini peluang terbaik yang tuhan berikan,
aku mencoba mengepahkan sayap,
Saatnya terbang dari sangkarmu, Mulailah berperan jadi an-nass yang sebenarnya.
mulailah berperang dengan belantara dunia.

Ganti lembaran baru,
Kau tuliskan ihtiarmu, 
Usaha yang tak pernah kau dustakan, 
Cobalah kau bergerak step by step
Berusaha merangkak, berdiri tegak,Mulai berjalan pelan, cepat dan pada akhirnya kita berlari sekecang mungkin.

Gapai mimpi kita masing masing kawan.
Jangan putus asa, masih ada Tuhan yg selalu membantu hambanya yang bersungguh sungguh.
Semoga kita selalu bisa mengambil hikmah dari sebuah kegagalan.
Mungkin inilah jalan terbaik yang Tuhan rencanakan.
Don't be sad, Allah with us
All Rights Reserved
Sign up to add Kala Itu to your library and receive updates
or
#436untukmu
Content Guidelines
You may also like
Truth After Love (Tamat, segera terbit) by tiaxyl
36 parts Ongoing Mature
perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
You are in my past and my future [END] by HilyaAlyaqolbiyah
115 parts Ongoing
Terkadang apa yang kita lihat di kenyataan yang ada di depan kita belum tentu itu sama seperti masa lalu kita yang masih tersembunyi entah pada siapa. ~jika aku memang bukan berasal dari keluarga ini maka tolong lepas lah aku karena aku butuh waktu untuk menerima kenyataan yang selama ini tersembunyi~tiara andini dirgantara ~orang yang selama ini ku benci ternyata dia yang selalu rela melakukan apa pun demi aku, aku telat menyadarinya hingga saat itu ia akan menghilang selama nya tetapi keajaiban tuhan lah yang memberikan dia keselamatan dan itu seperti tamparan atau perintah bagi ku untuk meminta maaf kepadanya~lyodra ginting dirgantara ~akhirnya aku menemukan mu setelah sekian lama ku selalu mencari mu hingga akhirnya aku bisa memiliki mu, kau bukan lah masa lalu yang ku sesali tapi kau masa lalu yang ku syukuri~anrez adelio revangga ~aku mencintai nya tapi dia tak mencintai ku dan aku tak menyadari bahwa sebenar nya ada yang mengejarku dengan tulus hingga akhirnya dia menyerah dan aku lah yang mengejarnya sekarang, memang benar penyesalan selalu datang di akhir ~riza syah aditama ~kau bukan hanya masa lalu tapi masa depan ku juga~Anrez & Tiara Hallo semua nya 👋🏻👋🏻👋🏻 Wah cerita baru lagi nih buat kalian, Kira kira bakalan ada konflik apa ya? Terus bakalan kaya apa sih ceritanya? kalian ada yang penasaran gak? Kalau ada kalian langsung aja baca dan jangan lupa tinggalin jejak kalian ya disini berupa vote, coment, masukan ke reading list kalian dan jangan lupa juga follow akun ini ya. #anreztiara #tiaraanrez #lyodrariza #rizalyodra #rizatiara #anakangkat #benci #menyesal #sedih #kehilangan #bahagia Selamat membaca semuanya 🤗
You may also like
Slide 1 of 9
Flight cover
Dia yang Tertulis di Lauhul Mahfuz cover
Truth After Love (Tamat, segera terbit) cover
You are in my past and my future [END] cover
After My Prayed cover
Antara Jarak Dan Waktu cover
Untukmu, Seluruh Nafas Ini cover
kau bukan rumah cover
Halalkan atau Tinggalkan (perjalanan hijrah) cover

Flight

118 parts Complete

Kamu tau bagaimana sakit kehilangan orang tua diusia yang cukup belia?, apa kamu pernah merasakan sesaknya tidak punya siapa siapa didunia?, Pernahkah kamu merasa ketakutan seperti yang kualami saat kakak angkatku berusaha merencanakan kematianku?. Semua itu kurasakan, kualami dengan rentang waktu yang berdekatan saat usiaku bisa dibilang masih kanak kanak. Untunglah selama kesakitan itu berlangsung ada sesosok malaikat tak bersayap yang mampu memberiku pelukan hangat setiap saat. Untukmu.. Terimakasih.... Selama ini telah menjadi tempat ternyamanku untuk singgah. Menjadi tempat terbaikku untuk berkeluh kesah. Menjadi tempat pulang untuk aku yang kehilangan arah. Meski kutau jika hadirmu hanyalah sebagai tempat singgah untuk diriku yang sudah lama kehilangan rumah. Terimakasih.... Sudah menemaniku merajut mimpi yang tidak bisa kulakukan sendiri, menjadi bahu terkuat yang membantuku menghadapi rintangan bertubi tubi. Memberiku peluk hangat untuk jiwaku yang dilanda sepi dan selalu membuatku yakin jika semua yang terjadi akan bisa kulewati. Terimakasih.... Telah membantuku menyambung sayap sayapku yang patah, mengobati luka dahulu kuanggap mustahil untuk disembuhkan, menyelamatkanku dari kehidupan yang senantiasa terancam. Meski hidupmu bukanlah tentang aku, tapi hidupku bersumber dari cintamu. **<>**