Story cover for am by pagipagihujan
am
  • WpView
    OKUNANLAR 3
  • WpVote
    Oylar 1
  • WpPart
    Bölümler 1
  • WpView
    OKUNANLAR 3
  • WpVote
    Oylar 1
  • WpPart
    Bölümler 1
Devam ediyor, İlk yayınlanma Eki 17, 2019
Orang bilang senja itu indah
Tetapi dia muncul dan pergi secara tiba-tiba
Dia datang dengan keindahan
Dan mengakhiri dengan kegelapan
Dia sebagai perantara antara sore dan malam

Setiap pagi mereka berjumpa dengan keheningan pagi
Embun menyapa sang penjemput pagi
Memberi salam apa kabar
Dia Tak terdengar
Hanya ada alunan musik
Tüm hakları saklıdır

1 bölüm

Eklemek için kaydolun am kütüphanenize ekleyin ve güncellemeleri alın
veya
#68mentari
İçerik Rehberi
Ayrıca sevebilecekleriniz
Ayrıca sevebilecekleriniz
Slide 1 of 9
Keluarga di Ujung Senja cover
FEAR cover
LEMBAYUNG SENJA cover
Peka • Hwang Hyunjin  cover
Awan Abu-Abu [END] cover
Flipped cover
SEMESTA TERAKHIR | Lee Haechan cover
VION cover
Arunika (COMPLETE) cover

Keluarga di Ujung Senja

11 bölüm Tamamlanmış Hikaye

Di sudut kota yang tenang, di mana waktu seakan berhenti, terdapat sebuah rumah sederhana yang dikelilingi oleh kebun penuh bunga. Di situlah Amara, seorang gadis remaja, menghabiskan harinya. Setiap sore, saat matahari mulai merunduk di balik horizon, ia akan duduk di teras, menyaksikan keindahan langit yang berubah warna. Senja menjadi waktu istimewa baginya, di mana ia merasa terhubung dengan keluarganya. Keluarga Amara terdiri dari tiga jiwa yang saling melengkapi: Mama yang selalu bijak dengan nasihatnya dan Papa yang penuh semangat dan humor. Dalam kebersamaan mereka, Amara mulai merasakan ketegangan yang tak terlihat-perubahan yang perlahan mengubah dinamika keluarga mereka. Dalam perjalanan menjelajahi cinta dan kehilangan, Amara menyadari bahwa setiap senja menyimpan cerita yang menunggu untuk diungkapkan. Ketika langit kelabu berhiaskan kilauan bintang, Amara bertekad untuk menemukan makna sejati dari ikatan keluarganya. Di ujung senja, setiap detik berharga menjadi pengingat akan cinta yang takkan pernah pudar, meski badai menghadang.