Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
LANGKAH RASA

LANGKAH RASA

  • WpView
    Membaca 61
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 19
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Nov 24, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
Pertemuan dua remaja, perkenalan yang membuat ke akraban yang lebih mendekati ke dalam rasa. Mereka berdua adalah Yoga dan Fani menjalani harinya dengan penuh cerita juga konflik. Dengan bantuan kaca mata canggih yang dijatuhkan seorang Profesor, Yoga menggunakannya untuk hal yang baik dengan menolong orang - orang di sekitar. Perjalanan masih panjang hingga dua pasangan tadi menjalin kasih layaknya remaja masa kini yang romantis dan penuh tawa. Tapi mereka tak sadar ada beberapa kelompok jahat yang mengincar kacamata canggih itu dari tangan Yoga. - Apa yang terjadi selanjutnya? Silahkan ikuti ceritanya.. Mohon maaf jika belum revisi dan ada typo.. Terimakasih
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#744
cerita
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Memories in Moon
  • As Time Allows
  • Renata Keyla ✔
  • ARSEN ✔
  • Welcome Heart (SELESAI)
  • Laksana [END]
  • About Time
  • WAITERS

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan