LILITH
  • WpView
    Reads 1,203
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 20, 2020
Aku mendengarkannya saksama. Meresapi segala hal yang hanya dapat ku rasakan dalam hening. Menikmatinya. Apapun tentang malam, aku suka. Gelapnya yang mendekapku erat, dinginnya yang menusukku dalam, hingga sesaknya yang menuntutku mati perlahan. Apapun itu. Karena bagiku, malam adalah tempatku berlabuh diujung penat. Karena malam adalah tempatku singgah diujung sesal. Karena malam.. adalah tujuan terakhirku diujung kehancuran. Hulla! Ayok KEPOin lebih lanjut tentang ceritanya! semoga terkesan dan semoga terhibur :) Nb: mohon dukungannya yaa untuk cerita yang author share disini dengan vote, coment, and share.. terimakasih atas kebaikan hati dan dukungan kalian. salam hangat dari author 'taringkelinci,
All Rights Reserved
#350
friendshit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • ATMA FATAMORGANA
  • Dua Langit Berbeda
  • Stealing My Husband
  • Unexpectedly Yours
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • MOTHER
  • My Step Mom? [END] ✔️

🌴🎀 "Di rumah yang asing, mereka belajar bahwa jarak bisa menyusut hanya dengan satu kalimat: Jangan terlalu jauh." "Kadang cinta tidak datang sebagai dentuman... tapi sebagai langkah kecil yang hampir tidak terdengar."

More details
WpActionLinkContent Guidelines