SISTERHOOD

SISTERHOOD

  • WpView
    LECTURES 45
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., oct. 21, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"lo putus? gue sih syukur aja, gue udah tau kok lo salah milih.sekarang aja lo jadi ngedeketin gue lagi. gue gatau harus terima atau ga. clbk itu membingungkan!"-vina "oh? yaudah, kalo lo lebih mentingin dia, sekarang gue tanya. kalo lo pilih gue, lo jauhin dia, tapi kalo lo pilih dia, gausa sok kenal sama gue."-zahra "denger ya, mau itu lo gakenal kek, mau kenal kek, sama aja! lo ngobrol tiap hari ama dia, sadar dong. punya pacar juga!"-lina "rival ya tetep rival, gue gabisa suka sama lo, hati gabisa dipaksa inget, tapi gue belum yakin sama omongan gue, gue selalu kemakan omongan gue yang sangat amat tayi ini."-arin "putus sekarang sama dia? trus apa tadi. lo minta gue balikan sama lo, maaf. hati gue udah ketutup buat binatang kayak lo"-putri "iya! gue tau lo gasuka gue, gue tau, tapi gue gasuka nahan nahan diri buat mempersulit hati gue, gue gasuka mempersulit dan membebani hidup gue, bye!"-nadiya
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • I Love You
  • Kamu
  • MAUREN (On Going)
  • LALA
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • My Badboy Boyfriend
  • Wrong Dream
  • Gamang
  • LOVE STORY QIANARRA
  • serpihan hati

Ada yang bilang disaat kita menunggu kita akan mendapat yang kita mau. Tapi apa itu adalah sebuah fakta atau hanya hal manis yang di ucapkan kepada anak-anak? Ada yang bilang disaat kita tersenyum maka hati kita akan tersenyum juga, tapi apa itu hanya nasihat tersirat yang di ucapkan untuk anak kecil? "INI SEMUA SALAH LO RISS! KALAU SAJA HATI LO ADA RASA EMPATI, DIA GAK AKAN PERGI!!" Terkadang kalimat yang di ucapkan oleh manusia lebih mematikan daripada tusukan pedang di jantung. Kalimat yang terus menerus menghantui hari hari ku membuat ku kehilangan diriku sendiri. Kalimat yang membuat diri ku yang dulu hangat menjadi dingin tanpa ada senyuman tulus yang terukir di wajah ku. Aku yang terkadang berharap jika diri ku yang harusnya mati lebih dulu daripada harus hidup dengan beban yang terkadang aku gak mampu menahan nya. Semenjak aku yang di tinggal pergi oleh orang tua ku. Aku yang kehilangan sahabat terbaik ku yang aku baru menyadari jika ternyata dia merupakan cinta pertama. Aku juga wanita yang kehilangan kakak yang sebenarnya masih bisa aku pertahankan. Karena kalimat tadi, aku membuang semua nya! Aku kehilangan semuanya termasuk diri ku sendiri! Aku gak tau siapa diri ku! Hingga pria itu datang. Dia menyebalkan! Aku membenci nya! Namun kenapa disaat aku menyukainya aku kembali di hadapkan rasa kehilangan yang menanti. Apa hidupku hanya selalu harus kehilangan? Jika aku boleh egois bisa kah aku bersama pria itu? Atau aku hanya akan mati tragis tanpa merasakan cinta apapun?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu