BIMA-RESHA: 1998

BIMA-RESHA: 1998

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 18, 2019
Kami mahasiswa punya mata untuk melihat! Kami mahasiswa punya otak untuk berpikir! Kami mahasiswa punya hati untuk menilai! Kami mahasiswa punya semangat untuk bergerak! Mahasiswa untuk rakyat! Mahasiswa untuk Indonesia! - Mahasiswa, 1998 Bima, ketua Fakultas Sastra, terjun dalam aksi demonstrasi mahasiswa 1998. Bersama jutaan mahasiswa lain dia menuntut hal-hal krusial pada pemerintah saat itu. Kerusuhan terjadi di tengah-tengah demo. Pikirannya terpecah, selamatkan massa, dirinya, atau Resha yang adalah primadona Fakultas Hukum sekaligus kekasihnya?
All Rights Reserved
#3
yaindoaksimahasiswa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BROKEN LOVE (End)
  • 98 dan Senja di Matamu
  • Trauma Is Real
  • Silence Behind The Spotlight
  • A Healing Pill
  • KITA DI ANTARA REFORMASI ( END ✔️ )
  • Namanya Intan (TAMAT)
  • Cowok Posesifku
  • BIRA
  • Cerita Setelah Hujan

Pagi ini Bima sedang dalam perjalanan menuju ke kantor. Saat di depan kantor seseorang memanggil nya "Bim, tunggu" ternyata Rachel sudah 10 menit yang lalu menunggu Bima. Bima menoleh ke belakang "mau apa Lo". "Gua mau ngomong sama Lo" menarik tangan Bima. Bima melepas tangan Rachel "Ngomongnya disini aja". "Ini penting Bim" Bima malas berdebat lalu dia mengiyakan Rachel " di mobil Lo?". Mereka sudah berada di dalam mobil Rachel lalu Rachel menunjukkan sesuatu ke Bima "Apaaa, hamil" Bima kaget. Rachel menunjukkan hasil testpack yang positif "iya gua hamil dan ini anak Lo" memegang perutnya. Bima menarik rambutnya frustasi "aaarghhh". "Lo harus tanggung jawab Bim, Gua gak mau anak ini lahir tanpa seorang papa" sambil meneteskan air mata Bima hanya diam tanpa mengomong sepatah katapun. Rasanya badan nya melemah dia tidak kebayang jika Clara tahu semua ini. "Bim Lo denger Gua gak?" "Iya Gua denger Lo" suara Bima melemah. Rachel memeluk Bima dan dia tersenyum puas karena rencananya berhasil juga untuk kali ini. "Gua harus kerja" Bima melepas pelukan Rachel dan turun dari mobil. Bagaimana keadaan Clara, apakah dia bisa menerima semuanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines