Story cover for Last Time by LinHan_Chan
Last Time
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Oct 18, 2019
Mengandung kata-kata kasar dan adegan yang kasar.

"Kau tahu kadang setelah kebahagiaan muncul, ada kesedihan yang mendalam. Yang membuat seseorang menjadi putus asa dalam bertindak segala hal, jadi kau harus berjanji padaku, kau tidak akan putus asa kau harus kuat dan jangan mudah menyerah dalam menghadapi berbagai kenyataan." Tanpa Erza sadari atau tidak dia mengatakan sesuatu kepada Laura yang sedang duduk disampingnya.

"Aku berjanji padamu bahwa aku akan selalu ada disamping mu setiap saat walaupun aku tidak bersamamu." Katanya lagi  tanpa Erza sadari, Erza membuat Laura meneteskan air mata.

"Aku rasa tidak akan ada yang akan menghalangimu mencintai siapa pun, karena cinta tidak bisa dipaksakan." Dan lagi-lagi Erza mengatakan kata-kata yang membuat Laura meneteskan air matanya yang semakin mengalir deras.

"Berjanjilah padaku bahwa kau akan menerima kenyataan tanpa putus asa dan menghadapi kenyataan tanpa rasa lelah." Kata Erza yang tersenyum dan memeluk Laura dengan erat dan lembut dari dalam hatinya.

°°°°°
All Rights Reserved
Sign up to add Last Time to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
74/366 by lthfyyhm16
5 parts Ongoing
Arifah, seorang siswi yang ceria, mendapati hatinya berdebar tak menentu setiap kali tatapannya tak sengaja bertemu dengan seorang adik kelas yang menyimpan aura misterius. Pertemuan singkat di lorong sekolah menjadi momen-momen kecil yang membekas, di mana senyum simpul dan lirikan mata menjadi bahasa rahasia yang hanya mereka berdua pahami. Di balik kesibukan masing-masing, sesekali notifikasi pesan singkat hadir sebagai jembatan kecil yang menghubungkan dunia mereka. Awalnya, bagi Arifah, interaksi yang terbatas ini sudah cukup untuk menghadirkan kehangatan di tengah hari-harinya. Namun, seiring berjalannya waktu, perasaan yang awalnya samar mulai bertransformasi menjadi harapan yang lebih mendalam. Ia mulai membayangkan percakapan yang lebih panjang dari sekadar sapaan singkat, sebuah kedekatan yang nyata di luar batas layar ponsel. Impian tentang berbagi tawa dan cerita dalam dunia nyata mulai memenuhi benaknya. Namun, tanpa sepengetahuan Arifah, sang adik kelas ternyata masih dibayangi oleh kenangan masa lalu yang belum sepenuhnya terlepas. Jejak-jejak kisah lama itu perlahan mulai menciptakan jarak tak kasat mata di antara mereka, mewarnai setiap tatapan dan pesan singkat dengan keraguan. Kini, Arifah dilanda kebimbangan yang mendalam. Haruskah ia terus melangkah dalam hubungan tanpa status ini, menikmati setiap interaksi kecil namun dihantui ketidakpastian masa depan? Atau justru lebih baik ia menarik diri sekarang, sebelum perasaannya semakin dalam dan ia terpaksa menghadapi risiko terluka oleh bayang-bayang masa lalu yang masih menghantui hati adik kelas itu? Ketakutan akan patah hati membayangi setiap senyum dan pesan singkat yang ia terima, memaksa Arifah untuk mempertimbangkan pilihan yang paling aman bagi perasaannya di tengah dinamika cinta masa SMA.
You may also like
Slide 1 of 10
CAHYA UNTUK MENTARI cover
Juan [REVISI] cover
RAKA cover
Need Someone💔 cover
About Aidan ✔️ cover
You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS] cover
Jangan Pergi [TERBIT] cover
STUCK cover
74/366 cover
Dejavu Luka [Revisi Version🍁] cover

CAHYA UNTUK MENTARI

23 parts Complete

"hidup memang hanya sekali, tapi kalau aku di beri kesempatan aku mau kamu ada di sisi aku lagi Cahya" mentari menghembuskan nafas dengan hati yang sesak "Yang lebih baik dari kamu memang banyak di luaran sana, tapi aku mau nya kamu" "Mana janji kamu untuk menemani aku sampai akhir nafas kita?" Mentari Dengan lelehan air matanya yang sudah tidak bisa di tahan, rasa sesak. "Semoga kita di pertemukan lagi ya nanti, walaupun bukan di dunia" mentari tersenyum ke arah pemandangan dari atas bukit Tempat dimana dia dan Cahya mulai berteman dan saling dekat satu sama lain *Disclaimer* "masih dalam pemulihan cerita, mohon dimengerti, karna ada beberapa chap yang masih terlalu pendek dan author berusaha untuk memperbaiki"