Story cover for Charming CEO by chan_ta01
Charming CEO
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Oct 18, 2019
Mature
William Matthews 

"Apakah kau tidak mendengar apa yang ku ucapkan kemarin?"

"Maafkan saya sir."

"Lebih baik kau carikan saja sekretaris yang baru dan pecat wanita kurang ajar itu daripada kau meminta maaf terus kepada ku. Lakukan saja pekerjaan kau dengan benar, dan jangan ulangi lagi."

"Baik sir." 

Josh Stevenson asisten pribadi William Matthews menunduk kemudian keluar dari ruangan boss nya itu dan melaksanakan apa yang diperintahkan sebelum boss nya itu bertambah marah lagi.




Ellen Quinn

"Aku benci hidup ku yang seperti ini. Apakah semua pria itu memang tidak memiliki otak?"

"Mom, ku mohon berhentilah menanggis. Ayo, kita pergi dari sini mom. Aku tidak sudi untuk tinggal bersama lelaki berengsek sepertinya lagi."

"Jangan berkata seperti itu El, bagaimanapun dia adalah ayah mu."

"Aku benar-benar membencinya mom."

"Kumohon pergi bersama ku dan tinggalkan kota ini mom, aku akan berhenti menjadi model dan mencari pekerjaan baru untuk biaya hidup kita."

"Baiklah nak. Jika ini adalah yang terbaik ibu mau ikut bersamamu untuk pergi tinggalkan kota ini."

Ellen kemudian memeluk ibunya dan menanggis bersama. Malam ini menjadi malam yang pahit baginya.
All Rights Reserved
Sign up to add Charming CEO to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Between Us (TAMAT) by AgathaQuiin20
25 parts Complete Mature
#Sequel Most Wanted Is My Hubby #Aldrich Brown Jonathan Tyler #6 Watty2019 ****** "Ada apaa hmm kok di sini, apa yang kau lakukan di sini." tanya Mommy lembut Aldrich menghembuskan nafasnya kasar, "Tidak ada hanya meratapi nasip." Alisha tertawa kecil dan mengacak rambutnya hingga berantakan, bahkan Alisha bisa melihat tatapan kosong dari Aldrich saat ini. "Kau tidak pandai berbohong Al, cerita pada Momy ada apa?" Awalnya Aldrich diam hingga dia membuka genggaman tangannya yang berisikan sebuah potongan puzzle yang berada di tangannya. Tentu saja aku bingung ada apa dengan puzzle itu. "Tadi ada gadis yang sedang mencari potongan puzzle ini, dan aku membantunya tapi saat aku ingin memberikan puzzle ini padanya. Yang ada dia sudah pergi di bawa Maminya. Dan aku belum mengembalikan potongan puzzle ini padanya." Cerita Aldrich sedih. Alisha pun tersenyum dan mengambil puzzle itu dari tangan Aldrich, "Mami akan menyimpannya, nanti kalau bertemu kembali. Kau bisa mengembalikan puzzle itu pada gadis itu, tentu saja kamu tau namanya bukan?" Aldrich menggelengkan kepalang sengaja jawaban, "Aku tidak tau namanya, dia hanya mencoret hurup R di telapak tangan ku dan setelah itu pergi, setelahnya aku tidak tau." "Yaudah, suatu saat kalian pasti akan bertemu kembali, dan kau bisa mengembalikan puzzle ini pada pemiliknya." Dengan nafas gursa Aldrich dan yang lain pun langsung berpamitan pulang, apa lagi Deira yang sudah tertidur pulas di gendongan Melvin. Dalam hati Aldrich berdoa agar dia bisa bertemu dengan pemilik puzzle ini dan mengembalikannya. Entah itu kalau, atau sampai dewasa mereka baru bertemu, semoga saja Aldrich masih bisa bertemu dengan wanita itu. *****
at: 12am by nambyull
80 parts Complete
Dia menolak ku. Satu-satunya pria yang pernah menolakku, satu-satunya pria yang berani mendorongku menjauh.. satu-satunya pria yang sangat ku inginkan. Aku akan memilikinya. Sekeras apapun dia mendorong pinggangku untuk memisahkan ciuman ini, sekeras itu pula aku memeluk tengkuknya dan memperdalam ciuman ini. Rasa frustasi telah membutakanku, membuatku nyaris tidak waras dengan rasa cemburu yang memenuhi seluruh tubuh. Mulutnya mengetat, berusaha menolak saat tanganku merambat mengusap bahu dan dadanya yang masih terbungkus kemeja. Mengerang, setelah sebuah kecupan akhir, aku menurunkan ciumanku menuju telinganya. Menghembuskan nafas pelan dan berbisik. "Ada apa? Bukankah kita sudah pernah melakukan ini?" Di pangkuannya, aku menggigit telinganya pelan, sedikit melengguh sebelum kembali menurunkan ciumanku kembali menuju lehernya yang selalu berhasil membuat imajinasiku menggila. Tangannya meremas pinggangku semakin keras, "Lepaskan aku." Dia menggeram, membuatku justru menyeringai dengan sangat senang. "Bagaimana bisa kau menolak keinginan istrimu hum?" Aku berbisik, mengangkat wajahku menatapnya. Bahunya melemah, wajahnya terkejut, diantara alkohol yang mengambil alih kesadarannya aku bisa merasakan sisa kemarahan yang selalu dia tunjukan padaku kembali membara. "Jangan merepotkan dirimu sendiri sayang, kau tau itu akan sia-sia." Aku mengerakan salah satu jariku mengusap wajahnya. Pencahayaan minim dari lampu kamar hotel membuat wajahnya yang selalu menjadi kesukaanku itu semakin terlihat menakjubkan. Dia menatapku marah, rahangnya bergemeretak. "Wanita licik." Aku tertawa, "Memang," Kembali mendekati wajahnya dan menatap bibir tipis menggairahkan miliknya dengan atensi penuh. Tanpa sadar menggigit bibirku sendiri, gemas. "Jika untuk mendapatkanmu, tidak akan ada wanita yang tidak bersikap licik." Aku harus membuatnya jatuh cinta padaku. Hanya padaku. Sean Aldarict
You may also like
Slide 1 of 9
Like a Boss cover
Between Us (TAMAT) cover
at: 12am cover
End Up With You [Completed] cover
[End] Behind The Story cover
Nottingham is Nothing Without You (CHANBAEK) - END cover
ABIGAIL (TAMAT) cover
Numbness (selesai) cover
Evando&Seraphine [END] cover

Like a Boss

48 parts Complete Mature

21+ Semua bermula karena orangtuaku yang harus menetap di New York untuk waktu yang lama. Mereka harus pindah tanpaku karena kuliahku yang sudah ditengah jalan. Aku tidak menyangka ternyata mereka menyiapkan seorang pria dengan tipe kepribadian koleris untuk menjagaku. Hari-hariku terasa begitu buruk semenjak ada dia. Dia yang keras kepala, gila kerja dan bisa dibilang dia tidak peka dalam ukuran seorang pria. Disisi lain, ia perhatian namun perhatiannya berlebihan sehingga aku menyebutnya over protective. Satu lagi, ia juga diktator. Astaga ku rasa orangtuaku sangat sayang padaku. Lagi, ia selalu berusaha untuk dekat denganku, menjagaku dan membuatku bahagia dengan caranya. Cara yang menurutku sangat tidak manusiawi dimana aku merasa ia sedang berusaha mengikatku dengan tali yang ia punya. Aku sangat benci situasi seperti ini. Namun, dibalik itu semua ada satu hal yang aku takutkan. Aku takut jatuh cinta padanya hanya karena aku terlalu membencinya.