Charming CEO

Charming CEO

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 6, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
William Matthews "Apakah kau tidak mendengar apa yang ku ucapkan kemarin?" "Maafkan saya sir." "Lebih baik kau carikan saja sekretaris yang baru dan pecat wanita kurang ajar itu daripada kau meminta maaf terus kepada ku. Lakukan saja pekerjaan kau dengan benar, dan jangan ulangi lagi." "Baik sir." Josh Stevenson asisten pribadi William Matthews menunduk kemudian keluar dari ruangan boss nya itu dan melaksanakan apa yang diperintahkan sebelum boss nya itu bertambah marah lagi. Ellen Quinn "Aku benci hidup ku yang seperti ini. Apakah semua pria itu memang tidak memiliki otak?" "Mom, ku mohon berhentilah menanggis. Ayo, kita pergi dari sini mom. Aku tidak sudi untuk tinggal bersama lelaki berengsek sepertinya lagi." "Jangan berkata seperti itu El, bagaimanapun dia adalah ayah mu." "Aku benar-benar membencinya mom." "Kumohon pergi bersama ku dan tinggalkan kota ini mom, aku akan berhenti menjadi model dan mencari pekerjaan baru untuk biaya hidup kita." "Baiklah nak. Jika ini adalah yang terbaik ibu mau ikut bersamamu untuk pergi tinggalkan kota ini." Ellen kemudian memeluk ibunya dan menanggis bersama. Malam ini menjadi malam yang pahit baginya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Numbness (selesai)
  • My teaser Devil Prince✅ [MOVE TO MANGATOON]
  • All Out of Love
  • [End] Behind The Story
  • Like a Boss
  • at: 12am
  • End Up With You [Completed]
  • ABIGAIL (TAMAT)
  • Nottingham is Nothing Without You (CHANBAEK) - END
  • Evando&Seraphine [END]

Highest rank : #1 in boyfriend [15 januari 2019] "Jauh-jauh dari gue!" Ia mengibas-ngibaskan tangannya, seolah mengusir. Mau tidak mau Adel menurut, ia mundur dengan senyuman yang masih mengembang. "Jauh lagi!" Adel mundur lagi. "Lagi!" "Terus, lagi!" Adel terus mengikuti ucapan Bagas, dan senyumannya semakin lama kian sirna. "Udah, stop! Lo harus jaga jarak sama gue kayak gini. Kalo lo berani deket-deket, kita end!" sungut Bagas sambil memperagakan gaya menggorok leher. Bibir Adel mengerucut. "Ih, gue jadi kayak penguntit tau nggak, Gas?!" "Gas gus gas gus! Lo kira gue elpiji!" ucap Bagas tak terima dengan namanya yang disingkat-singkat dan malah jatuhnya seperti gas elpiji. Adel cengengesan. "Jadi, gue manggilnya apa, dong? Ba? Atau..... Sayang?" -------- Copyright 2018 @windchenchaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines