Mood Booster

Mood Booster

  • WpView
    LETTURE 866
  • WpVote
    Voti 12
  • WpPart
    Parti 36
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, gen 18, 2020
WpInfo
SAGGISTICA
Ketika sedang futur, kita butuh sesuatu yang bisa membuat kita kembali bersemangat dalam melakukan kebaikan. Semoga Allah senantiasa menjaga kita untuk selalu istiqomah di jalanNya. Aamiin Note: Tulisan di sini didapat dari grup One Day One Juz G-2334 di WhatsApp
Tutti i diritti riservati
#35
booster
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • Transmigrasi Kematian Istri (end)
  • Quotes Islami
  • Indigo Bobrok [SUDAH TERBIT]
  • Quotes Inspiration ✔
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • Luka Lara Luna || END
  • Aku Saat Ini : Tidak Boleh Sempurna
  • Alsafar✔〚END〛

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti