Ibu Ketua Kelas

Ibu Ketua Kelas

  • WpView
    Reads 380
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 17, 2020
"Mana ibu ketua yang pintar?" Celetuk rifqi meremehkan. "Maksut lo apa" tata mulai jengkel dengan cowok tengil dihadapanya ini. "Lo itu bodoh ta," lanjut rifqi menekan kata bodoh. Hati tata memanas seketika. "Bisa bisanya tetap bertahan walau sering disakiti," jelas rifqi menatap mata indah tata yang akhir akhir ini bengkak akibat menangis setiap malamnya. Bibir tata kantup seketika, hatinya sakit mengingat belakangan ini hari harinya hancur. Moodnya sangat berantakan karena ulah sang pacar-Bagas Afandi. "Kamu kenapa gas, apa yang sedang kamu sembunyikan dariku?" ~Tata Bunga
All Rights Reserved
#505
gangster
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • Raquilla
  • Terjerat obsesi Yandere
  • Because I'm a Fake Nerd!
  • BUMANTARA
  • Rifaldino (PREQUEL IPA & IPS) [TAMAT]
  • ASHER
  • El (HIATUS)
  • Diary Cinta ELVAZA
  • ARSYA 2✔

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines