teruntuk cita dan cinta

teruntuk cita dan cinta

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 19, 2019
Aku tidak tahu bagaimana kuharus memulai semua cerita ini, bagiku keduanya saling berhubungan "cita dan cinta". Bagiku tanpa rasa cinta kumerasa cita-cita itu tidak ada. Kamu tahu siapa aku?. Bagiku kaulah hal yang terindah "kriiiiiingggggg kriiiiinggggg"(alarm dikamarku berbunyi). Aku langsung memakai baju olahraga tanpa mandi,krna waktu untuk mandi itu lama. Jam 07:00 wib aku harus sampai di tempat latihan PRAMUKA. "treeengggg, treenggggg"(suaru kereta yang kunaiki), di setengah jalan aku melihat ada pembukaan untuk "pelatihan menjadi calon polwan". Aku langsung memberhentikan motor yang kupakai, aku membaca persyaratan ikut pelatihan polwan itu, setelah itu aku langsung melanjutkan perjalananku. Jam 07:00 wib (di sekolah), aku langsung memikirkan persyaratan itu, waktu itu aku tidak peduli apa resiko kalau ibu tahu aku ikut ini, yang aku pikirkan cuman satu AKU HARUS BISA. Aku tidak tahu mengapa ibu begitu tidak suka kalau aku itu jadi polwan, aku cerita sama teman yang dekat sama aku masalah ini, tapi temaku cuman bilang ,"ikuti kata ibumu kau akan bahagia". Mendengar saran temanku, kumerasa itu tidak adil. Tapi aku tidak boleh egois juga, krna bagaimanapun restu ibu itu segalanya (melamun sambil melihat ke atas langit). Priiitttttttt priiiittttttttt(bunyi prit dari pelatih PRAMUKA). Aku langsung masuk barisan, tapi pikiranku tidak untuk latihan itu. Tiba-tiba pelatih menghampiriku,"ada apa dengan kamu hari ini vi?"(sambil memegang pundakku), aku tidak apa-apa kak, vivi cuman ada pikiran dikit(sambil tersenyum). Selesai latihan aku langsung pulang kerumah. Di teras rumah aku menjumpai wanita separuh baya berpakaian warna putih sambil membawa gunting, wanita itu adalah ibuku
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKDIR TERBAIK (TERBIT)
  • My Duchess / End
  • POSESIF (END)
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Aturan Anti Cinta
  • Merried
  • cinta dingin sang ketos
  • Indigo Somplak [End]

Dilamar karena saling mencintai ✖ Dilamar karena mendoakan saat bersin✔ ** Najla tidak pernah mengira kalau mendoakan seorang Adam Rayyan Rizqullah ketika lelaki itu bersin akan berakhir dilamar. Gadis yang belum move on dari mantan kekasihnya itu dibuat bingung. Antara menerima lamaran dari Adam atau menunggu Alan kembali yang entah pergi ke mana. Di mata Najla, Adam memiliki sebuah kelebihan dan sesuai kriteria suami idamannya. Apa itu? Kelebihan Adam adalah duda! Iya, kalian tidak salah baca. Najla, gadis absurd yang memiliki kriteria suami idaman seorang duda. Aneh, bukan? Keinginannya menikah dengan duda sudah mendarah daging, bahkan kedua sahabatnya didoktrin agar memiliki kriteria yang sama. Akankah Najla menerima lamaran dari Adam dan melupakan masa lalunya? ** "Adek saya masih kecil," ucap Lettu Ammar "Saya tau," jawab Mayor Adam enteng. "Dia gengsian." "Saya akan belajar untuk peka." "Dia suka marah-marah." "Sebisa mungkin saya tidak memancing amarahnya." "Ilmu agama yang dia tau tidak sedalam itu." "Akan saya santriwatikan adekmu dengan saya yang menjadi guru privatnya." "Dia manja." "Akan saya turuti semua inner child-nya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines