Puzzle(d)

Puzzle(d)

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 23, 2019
" Gue bodoh yah, Gue jadiin diri Gue sendiri sebagai jembatan mereka bersatu. Jujur, walau Gue ketawa depan mereka tapi hati kecil Gue ngejerit kesakitan. " - Ursulla Zenobia Raneysha " Maaf, maaf udah sia sia in kamu. Bahkan aku udah berkali kali sakitin kamu. Aku mohon kembali, kita mulai lagi kisah yang belum kita mulai. " - Gana Mahendra Ardiansyah -------------------------------------------------- #98 di puzzled 21 Oktober 2019 Kesamaan nama, cerita, dan latar belakang hanya karangan belaka. Tidak ada unsur kesengajaan. By: Fazachel Gilan
All Rights Reserved
#156
ketiga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Backstreet
  • LOVE OF THE PAST
  • Ayla Salsabila
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Kalaya [END]
  • Destiny [COMPLETED]
  • Cewek Cuek [Completed]
  • KEPERGIAN SENJA
  • Rasa dan Harapan
  • Bad Girl vs Cold Ketos [Sudah Terbit]

(Cover by pinterest) (Sedang tahap revisi) Saat dirasa nafas keduanya hampir habis, Edgar pun melepas tautannya. Dengan kening yang masih menempel satu sama lain, Edgar berbisik pelan. "Janji mau nurutin perintah gue?" Keesha yang tengah berusaha menetralkan detak jantung dan nafasnya yang sedikit terengah pun hanya bisa menatap Edgar tanpa berkedip. "Jangan deket sama cowok manapun termasuk Adrian," perintahnya dengan nada pelan tanpa menghilangkan syarat akan penekanan didalamnya. "Aku gak suka." Aku? "Janji?" tanya Edgar menyadarkan Keesha dari lamunannya akan panggilan Edgar tadi. "Iyan itu pengecualian," ujar Keesha mencoba bernegosiasi. Keesha mana bisa menjauhi sahabatnya itu. "Gak ada pengecualian. Siapapun itu aku tetep gak suka kamu deket sama cowok lain," tegas Edgar. Lalu tatapannya kembali terpaku, menatap kearah bibir Keesha. Sejenak hanya ada hening menyelimuti. Sampai terdengar helaan nafas keluar dari mulut Edgar. "Maafin aku." Dan lagi, Edgar melakukannya lagi. Kali ini lebih dari yang pertama. Entah bagaimana keadaan Keesha saat ini. Tidak ada kata yang bisa mendeskripsikan keadaanya sekarang. *** Tidak selamanya aku dan kamu menjadi kita. Ada kalanya kita adalah aku, kamu dan dia. Karna kita adalah rasa yang tepat, diwaktu yang salah. Tanggal publish 26 april 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines