Retorika Rasa

Retorika Rasa

  • WpView
    Reads 4,673
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2020
Sebelumnya cerita ini berjudul "Sendu Di Atas Luka" tapi karena gue sering nge unpblish ni cerita, makanya sekarang gue ganti jadi "Retorika Rasa"✔ Bukan cuma judul doang yang gue ganti, tapi alur sama beberapa part juga ada yang bakalan gue ubah. So, buat yang mau baca silakan baca aja. Dan yang udah pernah baca+sempat nungguin ni cerita, semoga masih nungguin dan mau baca lagi ni cerita 😉 Hidup Ghinan, tidak semulus jalanan baru diaspal, dan tak juga manis seperti manisnya harum manis. Tapi justru malah sebaliknya. Masalah keluarga dan masalah percintaannya saling beradu menghantam kehidupan Ghinan. Terutama dalam masalah hubungannya. Jika mencintai seseorang bisa menimbulkan kebahagiaan, maka berbeda halnya lagi dengan Ghinan. Semuanya sangat berbanding terbalik dengan apa yang seharusnya terjadi. Gavin Radhika. Dan itulah sosok penyebabnya yang menjadikan Ghinan menjadi demikian. Bagi Ghinan, ternyata memiliki Gavin bukan lah suatu keajaiban atau keberuntungan. Tapi justru musibah. Tiap hari dirinya kecewa dan tiap hari dirinya harus terluka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • Jodohku
  • Arsyilazka
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • ketika senja menyapa
  • Relung Hatiku♥️ Ending
  • My Home ✔ (KARYAKARSA)
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • NADIR
  • semua punya luka

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines