Rintik Sendu

Rintik Sendu

  • WpView
    Leituras 81
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, mar 17, 2021
Rinai Ayudia Kiswari seorang gadis lugu dengan segala kesederhanaan yang melekat pada dirinya. Rinai dikenal sebagai gadis ramah dan murah senyum. Namun, dibalik senyuman nya tersimpan sejuta luka yang tak pernah dia tunjukkan. Takdir seolah telah mencuranginya tetapi Rinai selalu percaya semuanya akan baik-baik saja karena dia yakin Tuhan tidak tidur. Hingga akhirnya maut mengambil sosok yang sangat dia sayangi, orang yang menjadi alasan mengapa dirinya mampu bertahan dengan ketidakadilan yang diterimanya. "Aku yakin semua akan berakhir tapi entah kapan waktunya tiba" -Rinai Ayudia Kiswari.
Todos os Direitos Reservados
#222
sendu
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Benalu [Terbit]
  • KEISYA STORY (Terbit) ✔
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • BERISIK (END)
  • Rainie ( END )
  • Keynand [END]
  • JATUH RAPUH
  • Menyerah atau Bertahan?

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo