Story cover for to scholeío by ivzinr
to scholeío
  • WpView
    Reads 7,644
  • WpVote
    Votes 911
  • WpPart
    Parts 14
  • WpView
    Reads 7,644
  • WpVote
    Votes 911
  • WpPart
    Parts 14
Ongoing, First published Oct 20, 2019
Kisah ini menceritakan tentang sekelompok siswa yang terjebak dalam sekolah karena wabah zombie yang menyerang sebuah kota. 

--

Beruntung, karena sekolah mereka terdapat panel surya dan purifikasi air yang masih aktif, serta tanaman sayuran, dan lengkap dengan kebutuhan lainnya. Mungkin sebagian orang beranggapan hidup mereka berjalan normal dengan adanya semua hal itu, namun tidak dengan mereka yang mengalaminya. 

Keenam siswa harus rela berjuang demi bertahan hidup dari ancaman zombie di luar sana, meski semuanya nampak aman-aman saja, namun sebenarnya mereka hampir putus asa. Bahkan sudah sampai berminggu-minggu bantuan masih saja belum datang. 

Mereka saling berjuang, dengan sifat yang berbeda-beda membuat semuanya tidak terpecah namun saling melindungi satu sama lain. 

Dengan kebersamaan, mereka semua berhasil menguak sebuah misteri yang selama ini terpendam. 

--

Bisakah mereka semua berjuang sampai akhir? ataukah mereka semua akan ikut berubah menjadi zombie?


©2019, ivzinr
All Rights Reserved
Sign up to add to scholeío to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
How to Survive by LNVerenne
45 parts Complete
Riri menyibakkan rambut hitamnya, "persediaan makanan kita menipis. Kita gak bisa bertahan terus di sini." "Tempat yang paling deket dari sini, ke mana?" Abil membersihkan kacamatanya dengan ujung hijab yang sudah tak dicuci berhari-hari. "Supermarket di tengah kota," Azura menjawab dingin sambil menatap kedua orangtuanya terkurung di balik pintu kamar mandi. Pupil Bian mengecil. Semua orang tahu apa yang akan menjadi keputusan Abil. Seketika si gadis tomboy berdiri. "Supermarket itu terlalu luas dan bahaya. Jangan tolol! Nyawa kita cuman satu!" Nawa mengangguk cepat, wajah memerah menahan tangis, napasnya memburu, "aku gak mau ke supermarket! Gak! Gak mau!" "Terus mau gimana? Mati perlahan di dalam sini? Mikir dong! Jangan karena takut, kalian milih mati kelaparan. Perlu ada kanibalisme dulu baru mau keluar?" Mata Abil memerah penuh gelora emosi dari balik kacamata yang engselnya patah akibat pukulan Bian minggu lalu. Azura memutar matanya malas, situasi sialan ini membuat semua orang lebih sensitif. "Udah-udah!" Nayara melerai. "Memungkinkan gak kalau kita cek ke rumah-rumah sekitar? Siapa tau Alex di sana masih tingkat 1. Bian bener, supermarket terlalu luas dan beresiko. Kita coba cari dulu di rumah sekitar, kalau gak ada, baru kita ke supermarket." Seketika ruangan senyap mencerna kalimat Nayara yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka. "Jadi, guys sekarang mereka masih diskusi-" "LETTA!!" Bentakan teman-temannya langsung menyentak si gadis ikal. "Le, matiin," pinta Nayara sambil memberi tempat kosong untuk Letta. *** Hidup para remaja itu berubah ketika penyakit tidak jelas mulai menjelajah kota Bandung. Hidup berbulan-bulan tanpa orang tua dengan pola pikir yang masih kekanak-kanakan. Bagaimana cara mereka bertahan hidup dengan 7 kepribadian yang saling bertentangan? Bertemu dengan banyak orang dan berbagai kejadian. Merubah masing-masing mereka jadi sosok lain. Berhasilkah mereka bertahan hidup? Atau semua kembali pada keputusan mereka?
You may also like
Slide 1 of 10
END OF THE WORLD || ☢️SEGERA TERBIT☢️ cover
AZAM : Satu Langit Dua Doa  cover
ғɪɢʜᴛ ᴄʟᴀss cover
Can We Survive? cover
No Time To Die cover
Harmoni  cover
Let Us Alive ( On-Going ) cover
After Life cover
How to Survive cover
FROM SCHOOL TO CITY (END) cover

END OF THE WORLD || ☢️SEGERA TERBIT☢️

39 parts Ongoing

Hidup Putra seharusnya berjalan biasa saja sekolah, teman, dan tugas-tugas yang menumpuk. Tapi semua itu lenyap dalam satu hari, ketika dunia runtuh tanpa peringatan. Wabah misterius menyerang. Orang-orang berubah menjadi makhluk buas tak berakal disebut zombie. Kota lumpuh. Sekolah terkunci. Sinyal hilang. Dan satu-satunya pilihan adalah bertahan... atau mati. Di tengah kekacauan, Putra terjebak bersama teman-teman yang dulu terasa seperti keluarga-sekarang menjadi cermin dari ketakutan, ego, dan luka masa lalu. Bersama, mereka melarikan diri dari sekolah menuju hutan, hanya untuk menemukan bahwa bahaya tidak hanya datang dari zombie , tetapi juga dari manusia lain... dan dari dalam diri mereka sendiri. Kepercayaan diuji. Pengorbanan tak bisa dihindari. Dan pertanyaannya berubah: Bukan lagi "bagaimana cara bertahan hidup?" tapi "apa yang akan kau korbankan agar tetap hidup?" Ini bukan sekadar akhir dari dunia. Ini adalah awal dari siapa diri mereka sebenarnya.