Jor & Lea

Jor & Lea

  • WpView
    Membaca 168
  • WpVote
    Vote 26
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jan 6, 2020
Keseharian Lea yang cuma leseh-leseh dirumah sambil momong selimut super duper alus kesayangannya udah bisa buat dirinya betah tiduran di kamar seharian. Apalagi ditambah wifi dan baterai ponselnya yang full sampe ujung kanan. siapa juga yang gak mau? Tapi ini bukan tentang Lea dan selimutnya, atau Lea, Wifi dan Ponselnya. Ini tentang Lea dan cowok setengah dingin yang bisa bikin seseorang di deketnya gemes, tapi kalo ini gemesnya gak setengah-setengah pastinya. Jangaaaaaaaaaan spoiler. No spoiler please, dara daradadam, no spoi- eh kok nyanyi T-T
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Dua cangkir satu Meja
  • Hanan & Hanin {End}
  • Gue (Nggak) Jelek! [Completed]
  • New Universe : Transmigration
  • ALEA (TAMAT)
  • SHILA [END]
  • AL AL GANG [Complicated]
  • AILIA (COMPLETED)
  • [JaexDoxTae Fanfic] - Day Dream (FIN ✅)

Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan