Ketika Cinta Bertasbih

Ketika Cinta Bertasbih

  • WpView
    Membaca 1,538
  • WpVote
    Vote 90
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Feb 6, 2021
Ketika penantian tak kunjung datang Ketika sebuah rasa tak kunjung terbalaskan Ketika rasa sakit datang tak berujung _Menunggu, Menunggu dan Menunggu_ Aku bukanlah wanita di zaman nabi yang memiliki kesabaran begitu besar. Aku hannya wanita akhir zaman yang berusaha menyempurnakan imanku, menyempurnakan perintahnya. Tuhan apakah aku terlalu naif jika aku mencintai ciptanmu yang begitu sempurna, apa aku tidak pantas untuk itu
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#199
imamku
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rohis Love Location #WATTYS2019
  • Be Present and Stay
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Pasangan Halalmu (END)√
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]
  • Jarak Dan Waktu (TERBIT)
  • Eternal Love Of Dream [End]
  • Satuan Takdir
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]

Pria itu tampak tersenyum tipis. "Aku tidak tahu, tapi aku sungguh tidak menyukai itu. Aku dekat denganmu hanya sebatas karena rekan kerja saja, sama seperti aku dengan Aara. Bahkan aku rasa aku lebih dekat dengan Aara. Tapi apapun alasan mereka mengatakan aku mempunyai hubungan denganmu, aku sangat berharap kalau kamu mempunyai pikiran sesuai apa yang aku harapkan. " Dia menarik napasnya panjang lalu membuangnya. "Aku harap kamu juga seperti aku. Aku menganggapmu sebagai rekan kerjaku, dan kamu pun begitu, menganggapku hanya sebagai rekan kerjamu. Jangan merasakan apapun padaku melebihi batas itu. Aku harap, kita tidak terjebak dalam rasa yang tidak seharusnya timbul, Nafsiyah." Karena cinta tak selamanya berwarna merah jambu. Adakalanya kita harus merasakan pahit dan kelamnya warna kelabu. Tapi nikmati saja, luka yang seolah tak berujung ini bisa jadi akan aku rindukan suatu saat nanti. Karena pada saat itu, setidaknya aku masih bisa bersamamu. Ilyasa Khalifatul Kahfi

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan