We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mimpi Kita

Mimpi Kita

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 28, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Kaneto adalah siswa SMA dan seorang pengarang komik amatir. Ia mengarang komik bersama teman yang adalah tetangganya bernama Kana, namun komik Kana lebih baik daripada komiknya. Hingga pembacanya membuat terkesan. Ikuti terus kisah komedi dan rasa pahit mereka dalam mimpi kita.......
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya cinta Terakhir [On Going]
  • Before I Knew Light
  • My Soulmate Coco dan Koko
  • MOVE ON ✅
  • School
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • ALWAYS US (END)
  • Ami Saputri Wijaya

Sheila terlahir dari keluarga sederhana yang hanya tinggal berteduh di bawah atap rumah kontrakan dan diusia sang kepala keluarga yang tak lagi muda perekonomian keluarga itu pun tak lagi bersahabat. Dengan tatapan nanar bercampur gelisah Sheila menerawang jauh, memikirkan cara untuk membayar biaya rumah sakit sang ibu. Hingga Sheila bertemu dengan seorang wanita yang menawarkannya sebuah pekerjaan. Bagaimana kah kisah Sheila selanjutnya? Akan kah perjalanan hidup Sheila di selimuti oleh kebahagiaan dan senyuman juga tawa dari orang yang ia sayang? Atau sebaliknya? Mungkin tanda tanya itu semua akan terjawab dengan mudah saat hal buruk pada Sheila tidak pernah terjadi. Dan di sinilah semuanya di pertaruhkan. Kisah ini tak hanya tentang kisah romance picisan, akan tetapi kisah ini tentang seorang wanita yang harus terombang ambing dengan keimanannya, bukan hanya itu dalam cerita ini juga dapat ditarik kesimpulan jika uang bukanlah segalanya dalam hidup. Hingga mampu mempertaruhkan segala nya demi uang dan kedudukan. "Haruskah ku ambil tawaran itu? " Sheila Sheila tak ingin memilih bahkan ia tak ingin melakukannya, akan tetapi tawaran itu menjadi harapan baru bagi hidupnya. Keyakinan dan kebimbangan silih berganti mengusik benaknya, rasa takut juga turut memperolok Sheila untuk tak memilih. Namun, melihat satu manusia yang belum juga pulih membuat keyakinan itu hadir kembali. Melihat sang ibu yang terbaring tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines