MY MINE

MY MINE

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 30, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Yaa kan lo kuliah itu tanpa sepengetahuan ortu lo dengan alasan 'ingin merasakan kebebasan dulu sebelum sibuk dengan perkuliahan' itu kan sama aja lo udah nipu mereka, padahal mereka kan gak akan ngizinin lo kuliah ke italia apalagi jurusan tata boga." "Stop." "Apa??" "Gue bilang stop" teriak bella, ia muak dengan ocehannya stevany. "Biar gue yang nyetir gue pengen cepat sampai, daripada dengerin ocehan lo." "Serah lo bell." Pasrah stevany Hay hay ini cerita pertama author nih mohon bantuannya readers Hayooo bella napa tuu sampai nipu ortunya kenapa yaa??????? Penasaran kan apa yang terjadi pada bella langsung aja cek dilapak aku♥;-):*
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • AGGA
  • Lovely CEO
  • Crazy Marriage
  • Possessive Boyfriend (AVAILABLE ON PLAYBOOK)✔
  • Suddenly Marriage
  • Albel
  • Marriage, Not Dating
  • Bella ✔
  • ELANG & ELENA

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines