Dear You

Dear You

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 9, 2020
"Kamu tau gak kenapa saya bersyukur terlahir gak sepinter kamu?" ucap Dareen ditengah heningnya malam. Kening Agatha mengkerut mendengar ucapan Dareen, "kenapa?" Dareen melepaskan rangkumannya, pandangannya beralih menatap langit malam yang dihiasi ribuan Bintang. "Jadi orang pinter itu gak enak, ribet. Mereka selalu mikirin apa yang seharusnya gak dipikirin. Hidup itu jangan dijadikan beban, Tha. Kita hidup di dunia cuma sekali. Jadi nikmati aja prosesnya. Kalau tuhan udah panggil kamu, apa kamu masih bisa menikmati hidup? Jadi nikmati hidup selagi bisa. Gak semua kata orang harus kamu dengerin." Agatha menatap lelaki disampingnya, pandangannya bertemu dengan kedua bola mata Indah milik lelaki itu. Mereka beradu tatap dibawah gelapnya langit.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Edgar : Between Chaos and You
  • Vìřģøųñđ || End✔
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Say My Name
  • F A K E ? [End]
  • ARGLADIS
  • ETERNITY [END��✓]
  • Be With You (Completed)
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)

"Namanya Edgar Almero Damothra," kata Leonar sambil nunjuk layar, ekspresinya kayak detektif nemu penjahat kelas kakap. "Ingetin baik-baik. Jangan pernah sedikit pun berurusan sama dia! Jangan." "Kenapa? Dia vampir?" Ck! Leonar geleng kepala kayak kipas angin rusak. "No! Dia itu rajanya Bastadja, Tha. Kalo lo liat dia, lagi jalan sendiri, atau apa kek yang kira kira dalam satu lingkaran sama dia. Langsung puter balik! Serius. Jangan Papasan." Agatha ketawa kecil. "Lebay." "Lebay kepala kau! Ini beneran!" "Yaelah, kalo gue gak nyari masalah ya aman-aman aja kali. Masa harus kabur segala?" Leonar narik napas panjang kayak abis lari satu stadion. "Mending lo dengerin gue. Demi keselamatan mental dan jasmani lo." Dan Agatha, seperti remaja biasa yang belum sadar hidup akan diguncang... cuma ketawa. "Iya iya. Lagian gak mungkin juga gue berurusan sama dia." *** "Deforsio bukan sekadar geng. Mereka legenda hidup di Bastadja. Kalau lo liat mereka jalan bareng, semua lorong sekolah otomatis sunyi. Lo bisa bilang mereka kayak pasukan elite dari dunia lain. Terlalu sempurna, terlalu jauh buat disentuh!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines