Untitle Life

Untitle Life

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 6, 2019
Sebuah cerita antara nonfiksi dan fantasy yang dialami seorang remaja dewasa yang bingung untuk menentukan langkah hidupnya. Apakah meneruskan karirnya sesuai keinginan hatinya ataukah menjadi employe volunteer yang menjadi standar dalam kehidupan keuangan keluarga.
All Rights Reserved
#12
meaningful
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Sugar Baby (Housekeeper Series)
  • Hello Baby! [Mikazuki Arion X Reader]
  • Thank you, My hero
  • Became the Terminally Ill Supporting Male Lead's Rabbit Spirit
  • DEPRESSION (눈물병) - EXO [finished]
  • Obsession of Love (SELESAI)
  • Sepotong Kata yang Tak Selesai
  • Di Balik Lensa ✅
  • RedFlag [End - Lengkap]

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines