We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Amll Story

Amll Story

  • WpView
    Reads 188
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 25, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
aku tertawa bukan berarti aku bahagia tetapi aku sedih dan mencoba menutupi kesedihanku dengan berpura pura bahagia. Tertutup bukanlah sifat asliku. Aku tidak menyukai hal seperti itu. Karena itu terlalu begitu menyakitkan bagi diriku sendiri. Kamu. Orang yang pernah aku sayang hingga aku rela membohongi ibuku hanya demi KAMU. Tapi mengapa kamu tidak sadar dengan pengorbanan sebesar itu? Apa kau pantas disebut manusia? Atau lebih baik kau pantas disebut dengan hewan? Jangan sebut aku lemah, bahwa memang saat ini aku memang benar benar jatuh. Tetapi itu hanya SAAT INI SAJA tidak untuk ESOK!! Dari sini aku menyimpulkan bahwa kau hanya sebagai BENALU di hidupku. Hanya menumpang kisah perjalanan hidupku setelah itu kau pergi setelah kau bosan dengan semua perjalanan hidup ku ini.
All Rights Reserved
#551
menangis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • Hopeless
  • Alone [COMPLETE]
  • Our Story Begins
  • Good Bye ( Complete )
  • Don't Say Goodbye...(end)
  • Fixing the Broken ��✓
  • ALONE
  • TAK BERSAMBUT
  • ATHALARIQ

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines