Gantung
  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 25, 2019
Gantung. Cerita ini memang ada. Bukan tentang horor atau misteri. Ini tentang menunggu, juga tentang 1001 ketidakpastian lainnya yang sulit dicerna oleh logika. Ini adalah sebuah perjalanan panjang tentang hati yang ragu-ragu untuk tetap tinggal, namun masih terus berharap ada seberkas cahaya yang akan menjadi petunjuk atas segala ketidakpastian yang ditinggalkan. "Tidak ada hal yang benar-benar pasti di dunia ini, selain kematian." Ujarnya suatu hari pada Aisyah. Lalu, mengapa seseorang yang telah mengatahui hukumnya justru membawa Aisyah terseret jauh ke dalam perasaannya. Di tengah semua ketidakpastian itu, sebuah pertengkaran besar terjadi antara Aisyah dan sahabatnya, Hanun. Waktu seperti telah memberi segala kesempurnaan bagi hidup Aisyah, sebelum akhirnya merenggut segala kesempurnaan itu. Ini hanya soal waktu. Dan menunggu, yang selalu menimbulkan dilema. Lantas, haruskah Aisyah menebak semua teka-teki ini sendirian?
All Rights Reserved
#2
jatuhcintadiamdiam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN PILIHAN KU
  • Aisyah Aqilah || TERBIT
  • Tertulis Dalam Doa
  • The Legend Of My Hijrah
  • Untukmu Imamku
  • Aisyah
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • GUS & NING (END)
  • Ananta Bandhana
  • Takdirku ✓

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

More details
WpActionLinkContent Guidelines