Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Kabar Dari Hati

Kabar Dari Hati

  • WpView
    Membaca 157
  • WpVote
    Vote 42
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Nov 5, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Bukan aku, dia, atau mereka. Tapi lo!" -Adhiena Wicitrani. "Asal lo sadar, Dhien. Bukan gue, lo, atau mereka sekalipun." "Tapi takdir." Keduanya menyelutgelut dalam emosinya masing-masing. "Lo sama gue itu udah kayak sepatu. Walau terus sama-sama, tapi kita nggak akan bersatu." "Lo siapa! Gue siapa! Takdir tau akan hal itu." Baca aja! Daripada kepo:p 📌Bahasa Nonbaku 📌Banyak typo, hilaf 📌Suka? Vote+Comment 📌Gasuka? Masukannya dong:) 📌Happy Reading:v
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#67
fakefriend
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Eccedentesiast
  • GITA OLIVIA [END]✅
  • Live With A BadBoy 2✔️ [sudah terbit]
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Rasa Tanpa Suara
  • TAMARA
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • Broken
  • Ditya
  • sorry (COMPLETE✔✔)

Namanya, Mentari Khalila Hasan. Lebih akrab disapa, Riri. Senyumnya, secerah mentari dipagi hari. Namun, siapa sangka dibalik sebuah senyum cerahnya, tersimpan banyak kepalsuan. Seolah senyum yang ia tampilkan didepan semua orang hanyalah topeng, atau kamuflase untuknya bertahan hidup didunia yang keras ini. Mungkin Mentari adalah salah satu contoh dari berbagai macam orang didunia ini, yang bersembunyi dibalik topeng "smile" nya agar tidak terlihat menyedihkan. Terkadang orang yang paling banyak tertawa dan selalu mengumbar senyuman adalah mereka yang pintar menyembunyikan lukanya. Begitulah realitanya, banyak orang tersenyum tapi hatinya menangis. Bahkan ada orang yang baik didepan, tapi nyatanya menusuk diam-diam. Ada juga yang seolah membenci, padahal nyatanya menyukai. Pada dasarnya, apa yang kita lihat dan dengar itu belum tentu apa yang sebenarnya terjadi. Isi hati seseorang tidak ada yang tahu, selain dirinya sendiri dan Tuhan-nya. "Aku seperti siang yang tak pernah melihat malam. Seperti bulan yang selalu kesepian, dan seperti mentari yang selalu bersinar. Meskipun tiada yang tahu bahwa sinarku adalah palsu." - Mentari Khalila. 🌻🌻🌻 "Kemarin malam kamu jalan sama siapa ?" Gadis itu menatap lelaki didepannya penuh tanya. "Siapa yang bilang ?" Ucap lelaki itu lalu tersenyum miring. "Ada, kamu gak perlu tahu." Ujar gadis itu lalu menatap lurus kedepan. "Itu cuma sepupu, bukan siapa-siapa." Ucap lelaki itu. Gadis itu membisu ditempatnya. Lelaki itu menatap gadis yang tengah duduk disampingnya, "kamu kenapa?" Dengan segera gadis itu menggeleng, "aku gapapa." Ucapnya lalu tersenyum. "Kamu marah ?" Ucapnya sambil menatap gadis itu. Lagi-lagi gadis itu menggeleng lalu tersenyum, "aku percaya sama kamu." Lelaki itu pun balas tersenyum. 🌻🌻🌻 @TeenlitIndonesia FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK, VOTE AND COMENT ?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan