semesta.

semesta.

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 22, 2019
Aku menolehkan kepalaku ke sumber suara. Dengan pandangan acuh tak acuh aku melihat seorang lelaki yang sepertinya seumuran denganku sedang menutup pintu yang baru saja dibukanya. Rasanya dia merupakan sosok yang tepat untuk menggambarkan kesan orang kota yang selalu aku khwatirkan akhir akhir ini dan karna hal itu tanpa sadar aku ingin menghindarinya bahkan disaat kami belum saling mengenal. Sebenarnya tidak ada yang spesial darinya kecuali aura yang membuat orang lain segan untuk mendekatinya. Tetapi saat tanpa sengaja mata kami bertemu aku tau bahwa kami akan dipertemukan lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Tatapan Terakhir yang Tak Kujadikan Pertanda"
  • SasuHina - I Knew I Love You
  • Aa Iqbaal
  • Problem Best Friends
  • Forbidden Love
  • Eyes
  • Drowning in the past
  • LCE I : Bintang Untuk Dee  [Completed]
  • The Freak Stranger (END)
  • AFFECTION (Completed)

Malam itu, langit begitu gelap, hanya diterangi cahaya temaram dari lampu jalan yang menyinari setiap sudut kota. Aku berdiri di depan gerbang rumah, menatap ke arah jalan raya. Hatiku berdebar, ada semacam keheningan yang menyesakkan di dada. Kegiatan perpisahan di sekolah baru saja selesai, dan meskipun acara itu penuh tawa dan ceria, ada perasaan aneh yang mengendap di dalam diri. Mungkin ini karena aku tahu, hari itu akan menjadi hari terakhir kali kita bertemu dalam keadaan seperti ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines