I'm a Nerd and also a Bad boy

I'm a Nerd and also a Bad boy

  • WpView
    Reads 3,261
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing1h 29m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 11, 2019
Menjaga image di lingkungan sekolah merupakan hal yang penting untuk Arthur, dia adalah anak pendiam yang tidak pandai bergaul, maaf bukan tidak pandai tetapi tidak mau. Begitulah pikiran Arthur, dia merasa tidak ada gunanya memiliki ratusan atau ribuan teman di lingkungan sekolahnya, dan sekolah itu gunanya buat belajar, bukan buat berteman dan bersenang-senang. Dia merupakan anak yang berprestasi, nilai pendidikan dan image di sekolah agar masuk universitas yang favorit merupakan impiannya. Namun ceritanya akan berbeda, kalau dia berada di luar lingkungan sekolah, dia merupakan orang yang berbeda. Dia merupakan orang yang famous, selebgram, memiliki badan yang sempurna, tampan, millionare, apa yang kalian impikan dan pikirkan tentang cowok maka Arthur adalah orangnya, tetapi dia bukan orang yang setia. Suatu hari dia lengah menjaga identitasnya, seorang perempuan bernama Kiera yang merupakan ratu sekolah, penakluk setiap hati cowok mengambil hapenya yang terjatuh "Kiera , jangan suka buka hape orang lain" kata Arthur dengan menggengam lengan perempuan berparas cantik itu, dia memojokan perempuan itu kearah loker sekolah. "Gua gak nyangka dengan tampang lu kayak gitu tapi elu sebrengsek ini , gua enggak bakal ngebocorin hal ini tapi lu jangan berharap pernah kenal gua lagi" kata perempuan itu dengan ekspresi yang sedih kepadanya, dia melepaskan genggam dan pergi meninggalkan lelaki itu.
All Rights Reserved
#154
gym
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • TAKSUB (PBAKL 2019)
  • USTAZ HARITH ISKANDAR
  • TAKDIR TERINDAH
  • Assalamualaikum Ustazah, KAHWINI SUAMIKU.
  • DARI HATI SEORANG TENGKU - KERANA AKU PERNAH SUKA
  • Cry With Clouds (비 구름에 울고)
  • Untuk Ayura
  • Eyes Contact [Jefri Nichol]
  • Melting Pole

Hujan jatuh di kota itu seperti benang tipis dari langit, memantulkan lampu neon yang berkedip lelah. Di persimpangan jalan, seorang lelaki berdiri dengan payung miring. Matanya mengikuti sosok perempuan yang berjalan cepat, menunduk, seolah menghindari dunia. Ia tak mengenalnya. Tapi jantungnya memukul seperti lonceng tua yang pernah ia dengar di tempat yang tak pernah ada di peta. Pasar malam di pusat kota menyala dengan warna-warna hangat, tapi suara penjualnya lenyap. Lampion bergoyang tanpa angin. Dan di sela-sela kerumunan yang tiba-tiba membeku, mata perempuan itu-mata yang sama seperti di hutan yang dulu ia tinggalkan-menatapnya. Di ujung sebuah lorong, bioskop tua berdiri sendirian. Dindingnya berlumut, pintunya berdebu, tapi dari celahnya keluar denyut cahaya yang tidak berasal dari proyektor. Pintu itu tidak ada kemarin. Dan besok, mungkin akan hilang lagi. Di rel kereta yang berkarat, cahaya asing turun seperti aurora yang tersesat. Bayangan-bayangan panjang menari di aspal, memanggil nama yang sudah lama tak diucapkan. Di sebuah gang buntu, sebuah toko buku yang tak pernah buka di siang hari menyimpan peta kota yang tidak pernah dicetak. Dan di bawah tanah, pasar gelap menjual kompas yang selalu menunjuk ke arah yang salah. Langit retak di atas jembatan. Retakannya halus, seperti kaca yang dicakar dari sisi lain. Di baliknya, bukan hanya bintang, tapi hutan dengan akar yang menjuntai, menggapai kota seperti jemari yang lapar. Di tengah semua itu, ia berdiri. Ia-yang dulu meninggalkan segalanya di hutan tak bernama-kini kembali, bukan sebagai Alea, tapi sebagai seseorang yang dipanggil Katiya. Ia tidak ingat siapa dirinya. Tidak tahu mengapa setiap langkahnya membuat kota ini makin kehilangan bentuk. Dan di ujung segalanya, ada pintu. Pintu yang tak bernama. Pintu yang hanya terbuka sekali-dan menuntut satu jiwa untuk menutupnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines