Story cover for Momentour by puterris
Momentour
  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Oct 22, 2019
Arian Niraga Malik
Aninda Balqis Elara

Kita beda tembok. Beda atap. Beda lapangan. Beda pembina upacara. Beda seragam.  Tapi kita satu blok A.



Momentour , sebuah misi non stop to dream.  Dari anak mageran dan pesimisan. Yang ngga hanya nglibatin niat. Tapi juga hati.
All Rights Reserved
Sign up to add Momentour to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Perihal Sandwich(End) by dimsumentai
40 parts Complete
Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namun, bagi Mas Malik ke-enam adiknya adalah anugerah besar dalam hidupnya. Kami tujuh bersaudara dari umur dan sifat yang berbeda-beda. Kami memiliki julukan piatu geng, karena ibu sudah meninggal sejak Jafar baru dilahirkan. Gak tahu kenapa Abah sangat betah menduda. Abah bilang ibu itu seperti perampok handal yang bisa merampok semua hati Abah tidak tersisa. Kata Abah, dia terlalu takut untuk membuka hati lagi. Takut kalau ternyata gak bisa kasih ruang beserta isinya untuk si perampok baru. -Mas Malik- "Generasi Sandwich itu apa, sih, Bang?" "Kayak kita gini, saudaranya banyak." "Kata temen aku, jadi generasi Sandwich itu gak enak ya, Bang?" "Banyak anak, banyak kepala, banyak sifat, banyak kebutuhan." "Intinya jadi generasi Sandwich itu harus banyak uang, sih, biar tetep akur." "Jaf, sandwich kita ini beda dari yang lain, ini lebih spesial. Spesial bukan karena pake keju sama telor, tapi karena di dalamnya ada Abah, Mas Malik, Bang Eja, Janu, Jerry, Cahyo, sama kamu!" Bukannya memang tidak ada persahabatan yang lebih indah selain dengan saudara sendiri? Walaupun siang malam bisa berubah jadi Roro Jonggrang, tapi tetap saja mereka saling sayang seperti Upin Ipin. Masih pemula Bahasa baku, non baku Maaf kalau banyak typo 🚫Masih amburadul, tidak cocok untuk diikuti🚫 Salam Hangat Mentai👋
Argithan √ by armala_th
50 parts Complete
"Please, Pak. Ara beneran nggak mau di cincang sama kaprog gila, Paaak!!!" Pasang senyum sejuta byte, akhirnya pak ojol menyerah. Ia menepikan motornya. Kemudi motor beralih ke tangan. Ara tersenyum puas harapannya terpenuhi. Saatnya beraksi. "Aduh, mbak..., jantung Pak Ojol mau copot!!!" Belum banyak beberapa menit, telinga Ara sudah dicemari oleh teriakan dari si pemilik motor. Tak peduli dengan itu, Ara menancapkan gas lebih banyak lagi. "Awas, mba eee! Bakul krupuk!" Bodoamat, Pak! Wkwk. Bibir Ara mengencang menyesuaikan gas yang ia tarik. Bakul krupuknya aja yang nggak tau diuntung. Memakan banyak tempat, huhhh. Berbelok ke area sekolah dan mengakhirinya dengan mengerem mendadak. Membuat Ara sediki tersungkur ke depan akibat tekanan tubuh dari si penumpang. "Aduh, Mbaknya ... cantik-cantik naik motor, kok, kayak orang kesurupan!" Pak Ojol mengusap-ngusap dadanya. Tenang, Pak. Masih idup, kan? Ara tak menggubris, ia mencopot helm yang menaungi kepala Ara dan memberikan ke pemiliknya. Ia menyodorkan uang pas ke pak ojol. "Thanks, ya, Pak!" Pak ojol menggelengkan kepalanya. Darahnya sor-soran, jantungnya deg-degan. Bocah SMK mengajak pak ojol mau mati. Haduh! Ara berlari kecil menuju kelasnya. Koridor cukup sepi. Untungnya, di gerbang tidak ada BK ataupun satpam, si Gatol botak! "Ternyata, selain jadi murid bar-bar, kamu juga jadi pembalap." Tepat sekitar enam meter dari jaraknya Ara, si kaprog gila itu sedang berjalan di belakangnya. Bersuara dengan mistisnya, Ara menjadi was-was. Masalah apa lagi, ya, Allah.
You may also like
Slide 1 of 10
The past  cover
Perihal Sandwich(End) cover
COOL BOY VS BAD GIRL cover
ANTARA KITA DAN CERITA  cover
LENATHAN (hiatus) cover
laut yang membawanya pergi (END) ✓ cover
Argithan √ cover
HIGH CLASS cover
Annoying Brother: ENHYPEN cover
Melody Arthadiesa cover

The past

20 parts Complete

✨Cerita ringan ✨ Anna Eleanor Gadis berusia 24 tahun yang kini bekerja di minimarket untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kalian mungkin berpikir nasibnya sial, tapi tidak! Kata sial tak bisa mendeskripsikan hidupnya yang sudah acak-acakan bahkan ia harus ngutang di rentenir untuk hidup. Anna yang sedang kabur dari rentenir ditabrak lari dan meninggal, ia kira ia sudah meninggal tetapi saat membuka mata yang dijumpai malah ibunya yang meninggal saat SMA. "Ibu? Ibu.. aaaa ibu.. hiks hiks ibuuuu... Bukannya hiks kau di surga?" *Plakk "Jadi kamu doa in ibu supaya cepet mati? Cepetan bangun udah siang sekolah!!" Teriakan menyadarkan Anna Ia menyadari dirinya kembali ke masa lalu bukan hanya itu, ia menyadari dirinya hidup di dalam dunia novel yang dibacanya dulu di kehidupan sebelumnya. (Cerita ringan) cerita dan tokoh hanya fiksi belaka jika terdapat kesamaan itu hanya kebetulan semata Jika tertarik dengan cerita ikuti akun ini biar bikin ceritanya tambah semangat👍☺️ Karya sendiri dan tidak menjiplak karya orang dan baru belajar buat cerita juga kalo ada kesalahan atau apa ya maklumim aja yah guys maklum masih baru☺️👍