If Only He Knew

If Only He Knew

  • WpView
    Reads 335
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 29, 2019
Bahkan untuk mendeskripsikan cerita inipun aku tak tahu harus menulis apa. Singkatnya, tulisan ini adalah rasa jujur dari hati untuk seseorang yang tak akan pernah mengerti bahwa ialah "pemeran utama" dalam cerita. Dalam diam aku menulis. Dalam diam aku mencinta. Dalam diam aku hilang arah, karenanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • P E R N A H
  • We Know the Ending (Completed)
  • Together
  • You, Hope, and Memories
  • Maafkan Aku
  • Siklus Rasa
  • Coretan Hitam
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔
  • Just Words

Dalam buku ini bercerita; Bagaimana 'aku' sebagai penulis, yang merangkap juga sebagai korban rasa, dan 'kamu' sebagai sebab utamanya. Perkenalan, kasmaran, patah hati, dan dipaksa mengikhlaskan adalah siklus siklus yang aku rasakan, yang aku coba susun secara kronologis berdasarkan hari-hari yang berkelanjutan. Hati manusia itu mudah berubah-ubah. Bisa jadi makin sayang, cinta, atau kebalikannya. Mungkin hari ini dia begitu mencintaimu tapi besok atau lusa tidak ada yang bisa menjamin dia akan tetap cinta. Bisa saja dia menemukan seseorang yang jauh lebih baik darimu dan menurutnya jauh lebih pantas untuk jadi dermaga hatinya berlabuh. Jadi buat kamu, jaga selagi ada, hargai selagi masih bersama. Karena melupakan emang sulit tapi melunakkan hati yang beku jauh lebih sulit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines