If Only He Knew

If Only He Knew

  • WpView
    Reads 335
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 29, 2019
WpInfo
Poetry
Bahkan untuk mendeskripsikan cerita inipun aku tak tahu harus menulis apa. Singkatnya, tulisan ini adalah rasa jujur dari hati untuk seseorang yang tak akan pernah mengerti bahwa ialah "pemeran utama" dalam cerita. Dalam diam aku menulis. Dalam diam aku mencinta. Dalam diam aku hilang arah, karenanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Together
  • Just Words
  • P E R N A H
  • Takdirku Adalah Kamu
  • Kamu Bukan Untukku [TAMAT/REVISI]
  • Aku Dan Kehidupan
  • You, Hope, and Memories
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Maafkan Aku
  • We Know the Ending (Completed)
Together

"Dia tuh, cuma keliatan kuat di luarnya doang. Dalemnya mah sebenernya berantakan. Mata ketawanya dia, bahkan jauh lebih menyakitkan dari airmatanya. Dia sebenernya cuma pura-pura baik-baik aja. Sebenernya mah, rapuh dan hancur. Karena ngerasa gak ada orang yang bisa mengerti apa yang udah dilaluinya, dia memilih jalan ini. Memendam semuanya sendiri. Padahal, pengen banget berbagi. Bisa ngeliat dia ketawa mah, di depan orang-orang aja. Aslinya, dia sering nangis sendirian. Tiap malem, di kamar mandi, di kamar, di mana pun dia bisa menangis, dia pasti bakal nangis. Karena, beban yang dia punya sekarang, terlalu banyak buat dipikul. Dia udah bilang kok kalo dia mau nyerah. Iya, nyerah sama hidupnya. Tapi, Tuhan masih bilang,"Jalan terus." Dia tuh capek tau. Dia sering ngeluh, cuma orang-orang gak pernah tau aja. Dia bisa memanipulasi emosinya dari yang abis nangis tersedu-sedu, langsung berubah jadi senyum menawan. Iya, itu keahliannya. Dia ahli dalam hal apapun, tapi dia gak ahli buat melawan. Dia tuh lemah. Kalo ada yang bilang dia kuat, iya itu di depan orang doang. Aslinya mah, suka banget gelosoran di lantai sambil nangis. Kalian gak tau aja. Iyalah kalian gak tau, dia kan gak pernah nunjukkin kelemahannya di depan orang. Yang dia pengen, orang taunya dia baik-baik aja. Padahal mah tiap hari yang ada di otaknya gimana caranya mati tapi gak sakit. Kalian gak tau aja...." - Author

More details
WpActionLinkContent Guidelines