Bridled that's Seventeen

Bridled that's Seventeen

  • WpView
    Reads 219
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 14, 2020
tentu saja hidup memiliki suatu tujuan. kadang tujuan itu terhambat atau sebaliknya berjalan mulus dengan keyakinan yang tinggi. Bagi mereka berdua hidup itu, memiliki sisi yang berbeda, ada dimensi pembeda ataupun mereka sendiri yang membuat dimensi itu hadir diantara pencapaian kebahagian yang telah dia usahakan. Dengan hubungan timbal balik berusaha menyembunyikan suatu hubungan, bagaikan bangkai,suatu saat akan tercium juga. ¤ Namanya di kenal semua orang karena kebaikan hatinya. Hidup sederhana bersama keaedahan hatinya. ¤ Pun dengan sang pasangan, namanya di kenal semua orang karena sifatnya yang terlalu bodo amat dengan orang yang ia pedulikan hanya orang-orang terdekat saja. Toh jika memikirkan mereka semua, orang-orang itu tidak membayar nafasnya. ¤ Ditengah-tengah kerumitan itu, pasangan yang diagung-agungkan orang itu belum tahu bahwa sedari awal ada tembok besar yang menghalangi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • The Dark Side(END)
  • Caramel
  • love Or bestfriend (REVISI)
  • HANGOVER [SEASON 1 & 2]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • DISA | broken
  • GRIZELLE [Completed]
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines