Story cover for Sinonim Pudar by TartlH
Sinonim Pudar
  • WpView
    LECTURAS 16
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 16
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado oct 22, 2019
Ketika segala asa pudar,
Pudar, bukan benar-benar menghilang.
Masih tersisa tetapi agak kendur
Mungkin kalau kau menengok lagi ke belakang, aku masih sama seperti dulu.
Beku jika ditatap,
Kehilangan kemampuan bicara seketika,
Benar-benar sedahsyat itu efek kehadiranmu padaku.
Mungkin saja ya mungkin saja, jika dulu kau mengajakku bersama aku akan mengiyakan,
Tetapi kau malah cuek dan mengelak bahwa aku tidak berarti apa-apa untukmu.
Sekarang, ketika hatimu telah berbelok untuk mengejar aku dan hatiku, aku tidak bisa.
Karena telah ada hati lain yang aku jaga dan kamu, kamu dan segala perhatianmu datang bagai air bah yang memporakporandakan segalanya. 
Hatiku, perasaanku, bahkan sampai ke buku harianku, hanya kamu isinya.
Tahu tidak?
Kamu, salah satu mahluk bumi paling tidak tau diri.
Seolah acuh tapi ternyata kita ber-synonim.

Lihat, bagaimana semesta mempermainkan hatiku, hatimu.
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos

1 parte

Regístrate para añadir Sinonim Pudar a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
IF YOU cover
Always Loving You cover
CARAKU MENINGGALKANMU cover
SENA cover
Memories in Moon cover
When Love is Breaking cover
Backstreet  cover
MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ] cover
PainMaker cover
F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2] cover

IF YOU

15 partes Continúa

Bagaimana jadinya ketika aktor muda jatuh cinta dengan wanita yang 20 tahun lebih tua darinya? Akankah usia bukan penghalang? Wanita yang memeluk luka masa lalunya sendirian Ketika takdir sudah mengambil alih, bahkan ketika aku dan kamu adalah mustahil. Kita akan bertemu lagi dengan rasa yang sama. Takdir adalah benang halus yang tak terlihat, mengikat tanpa memberi isyarat. Aku pernah percaya bahwa kehilanganmu adalah tragedi terburuk dalam hidupku, luka yang tak mungkin sembuh oleh waktu. Aku menunggu, berharap, meski perlahan harapan itu berubah menjadi sia-sia. Namun, ketika semua terasa hampa, saat langkahku nyaris berhenti, kehadirannya datang seperti cahaa fajar diujung gelap. Penantianku yang panjang akhirnya menemukan jawabannya. Tapi, apakah ini benar-benar akhir dari duka atau awal dari cerita yang lebih rumit? Aku menghidupkan sosokmu dalam setiap kata yang kutulis. Dalam baris-baris sunyi, kau kembali bernapas, hadir dalam imajinasi yang kurangkai dengan rindu. Meski dunia telah merenggutmu dariku, dalam tulisanku, kau tak pernah benar-benar pergi. Namun seiring pena menari diatas kertas, aku bertanya-tanya apakah aku yang menciptakanmu kembali, atau justru kau yang perlahan menarikku dalam dunia yang kupahat untukmu? Kaluna Putri Ketika waktu yang membawamu kembali