Look At Me!!!

Look At Me!!!

  • WpView
    LECTURES 1,083
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Chapitres 46
WpMetadataReadTerminé mar., oct. 27, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Semuanya berubah dalam seketika, saat aku menghadapi kenyataan-kenyataan yang begitu pahit! Direndahkan? Disepelekan? Tidak dianggap? Diacuhkan? Dicaci? Sudah biasa aku terima. Menyakitkan? Jelas, tapi inilah rintangan hidup bukan? Yang harus kita hadapi dengan sebisa mungkin. Bahkan itu semua bertambah, bukannya berkurang, tapi malah semakin bertambah. Suatu saat kata 'menghadapi' dapat berubah menjadi 'mengakhiri'. Pernah terlintas dibenakku, untuk aku mengakhiri ini semua, not to face!!! Tetapi itu semua tidak semudah yang aku pikirkan dan yang aku bayangkan. Aku sama seperti kalian, kalian ingin diperhatikan, kalian ingin dilihat bahwa keberadaan kalian itu ada di sini, maka aku juga begitu. I hope there someone will look at me Terimakasih sudah melihatku, bahwa keberadaan aku itu ada, terimakasih sudah memperhatikanku. Buatlah semuanya berubah to be better!!!
Tous Droits Réservés
#27
bejat
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • God's Surprise ( Slow Update )
  • THE ROOM
  • SECOND LEAD
  • Unfinished Goodbye
  • Aerilyn
  • When Love is Breaking
  • SENA
  • seribu tanya tak terjawab
  • TAK BERSAMBUT

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu