Takdir Cinta Perawan Tua

Takdir Cinta Perawan Tua

  • WpView
    Membaca 19,086
  • WpVote
    Vote 943
  • WpPart
    Bab 17
WpMetadataReadLengkap Kam, Mei 7, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Annisa. Gadis yang hampir berusia 30 tahun namun tak kunjung menemukan jodoh. Julukan perempuan tua pun, tak jarang dia dengar dari orang sekitarnya. Pernah jatuh cinta, sayangnya cintanya bertepuk sebelah tangan. Pria yang dicintainya, justru menikah dengan perempuan lain. Di saat hatinya patah. Datang lamaran untuknya. Tepatnya dijodohkan. Annisa dan calon suami tidak saling mengenal, meski beberapa kali bertemu. Siapa sangka. Laki-laki yang menjadikan jodoh Annisa adalah laki-laki tampan yang terpaut usia lima tahun lebih muda.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Suratan Takdir (SELESAI)
  • Jodohku Maunya Kamu
  • BIG [Completed] ✓
  • Sebelum Kau Menghilang [END]
  • Malam Sendu di Akhir Sujud | TERBIT
  • The Only One
  • Terima Kasih, Mas...
  • Is There A Story My Love?
  • Takdir di Tubuh Antagonis
  • Suami Adikku, Ayah Anakku

"Diambang kebingungan, memilih antara Ayahku atau kamu pujaan hatiku. " Khairunnisa Amalia adalah gadis belia yang cantik, tetapi manja. Dia sering dirundung oleh teman-temannya. Dia dinikahi Ali-guru muda yang masih menginjak usia 20 tahun. Lebih tepatnya nama laki-laki tersebut adalah Ali Habibi Safwan. Suatu kejadian tiba-tiba merubah sikap Ali menjadi tidak sama lagi. Sehingga Annisa dihadapkan oleh pilihan, yaitu memilih antara ayahnya atau Ali. Sebenarnya, apa alasan Ali menikahi gadis seperti Annisa? Kenapa Ali berubah? Dan siapakah yang akan Annisa pilih? ------------------- Menggoda keduanya apalagi dari pihak sang bunda yang sangat ramah. Bahkan, mereka pun sangat mendukung Annisa menikah muda dengan Ali. Karena kenaikan orang tuanya dulu. "Baolehkan saya menge... cup kamu? " tanyanya dengan kalimat tertahan. Annisa terdiam. "Emangnya kalau udah nikah dan sah boleh kecup-kecupan ya, Pak? Bukannya, bukan mahrom? " Ia bertanya dengan wajah lugu. Bunda Syalum yang menjadi nyamuk lagi-lagi dibuat malu oleh anaknya. "Boleh dong, Sayang..., " gemasnya. Ali hanya memegang kepalanya sambil terkekeh gemas. Annisa menunduk malu. "Ya-ya udah, " katanya dengan suara tertahan. Ali mendekatkan wajahnya ke kening Annisa. "Ekh, Pak Ali, tapi jangan lama-lama ya, malu..." Ali mengangguk, lalu mengecup kening Annisa lama. Annisa memejamkan mata, menikmati sensasi aneh yang menjalar disekujur tubuhnya. Bunda Syalum sudah ngacir dan digantikan dengan sorakan godaan. Ali melepaskan kecupannya setelah mendengar godaan yang semakin menjadi-jadi. Annisa yang malu langsung memeluk tubuh Pak Suami. Wajah meronanya hanya bisa dilihat oleh Ali.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan