Cinta dan Taqwa

Cinta dan Taqwa

  • WpView
    Reads 186
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2020
Seorang gadis yang mendambakan kisah cinta laksana Fatimah dan Ali. Ia cukup lama berteman dengan kesendirian tidak ada pria yang berhasil menguasai relung hatinya. Namun ujian datang silih berganti. Berhasilkah ia melewati ujian yang terus ingin berjumpa dengan sosok gadis itu. Berhasilkah ia bertemu dengan sosok Ali dalam kehidupannya. Hidupnya seperti putri Rapunsel terkurung dalam menara keabadian yaitu pesantren . Ia terlepas dari menara keabadian bukan karena pertolongan seorang pangeran namun takdir membawanya untuk melihat luasnya dunia. Akankah cinta dan taqwa yang menjadi akhir dari kisah gadis itu?.
All Rights Reserved
#613
aisyah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cermin yang Retak tak Ingin di Benci
  • Gue Santri [END]
  • BUKAN PILIHAN KU
  • Gus Zai Untuk Aisyah(PRE ORDER!)
  • Pangeran Penghafal Al-Qur'an[SUDAH TERBIT]
  • GUS & NING (END)
  • Degup ✔️
  • Panggil Aku Aisyah
  • Keenasyaa (REVISI.)
  • Takdir Cinta Aisyah

Cerita tentang petualangan seorang gadis bernama Asya Salsabila, usia 16 tahun yang dipaksa ayahnya masuk pesantren, dan mengubur impiannya masuk SMK favorit jurusan fashion designer, sebuah cita-cita yang diinginkan sejak SMP. Namun, ternyata didalam pesantren banyak pelajaran hidup yang dia temui, mulai dari persahabatan bahkan percintaan. Ia merasakan jatuh bangun menghadapi semua permasalahannya seorang diri tanpa bantuan dari kakak-kakaknya, karena ia anak paling bungsu dari empat bersaudara dan paling dimanja. Kini ia harus dapat tegar berdiri, ketika sahabat terdekatnya yang ia percaya sepenuh hati berkhianat dan menusuknya dari belakang, kekecewaan sudah menelannya dan membuatnya depresi, sehingga lari dari pesantren, ketika hampir putus asa, seseorang datang menawarkan bantuan tapi harus merendahkan harga dirinya dengan melepas jilbab, dan mempertaruhkan ilmu agama yang sudah dipelajarinya, benturan antara prinsip dan kebutuhan untuk bertahan hidup, membuatnya dalam dilema yang besar, sampai pada suatu masa, ia harus mengalah, menanggalkan satu-satunya bukti bahwa ia anak pesantren, selembar kain yang menutupi rambutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines