The Dimple Girl

The Dimple Girl

  • WpView
    Reads 341
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 2, 2019
"Uuups! Mampus gue!" Ucap cewek itu panik sambil memukul jidatnya kuat-kuat. Sampai-sampai dahinya memerah. Dalam waktu beberapa detik, ia buru-buru kabur melupakan pencopet tadi sebelum sang cowok berkamera menyadari keberadaannya dan menyeretnya ke penjara satu sel sama Bang Napi. "Woi! Mau kabur kemana lo!" "Brengsek! Awas lo! Gue cari sampai ketemu!" omel cowok itu sambil mengacung-acungkan sepatu sialan yang mengenai kepalanya itu. Dalam hati ia akan bersumpah akan mencari cewek itu sampai ke lubang tikus sekalipun. Kalau perlu sampai cewek itu sangat menyesal dan memohon ampun berkali-kali karena sudah menimpuknya Penasaran!!!. Skuy baca ceritanya:)
All Rights Reserved
#294
fakta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [BL] Sudden Omega
  • Friendship School-FSS-[END]
  • ZELINARKA
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • It's True Love With Ketos
  • ReySan (Selesai)
  • Lala untuk Ardi | Seni Mencintai Secara Ugal-ugalan
  • Bad boy is a good boy for me [END]
  • Kenangan Bersama Coco

Sean adalah sosok penyayang anak-anak. Ia selalu bermimpi memiliki keluarga sendiri dengan anak-anak yang lucu dan menggemaskan. Namun, kesibukannya dalam bekerja membuatnya tidak sempat menemukan pasangan yang cocok. Sampai suatu hari, karena terlalu lelah bekerja, Sean mengalami serangan jantung. Tapi bukannya meninggal dan menuju alam baka, ia justru terlahir kembali ke dalam dunia sebuah novel aneh-dengan satu perubahan besar: ia kini bereinkarnasi sebagai seorang omega "Berarti gue nggak perlu repot-repot nyari istri buat punya anak" Namun, sebagai omega, ia tetap membutuhkan seorang alpha untuk bisa memiliki anak. Maka dimulailah pencariannya untuk menemukan alpha dengan bibit unggul. Hingga pada suatu saat... "Mati gua , bukannya itu bapaknya antagonis?!" batinnya melirik perutnya yang sudah mengembung

More details
WpActionLinkContent Guidelines