Agha Aludra

Agha Aludra

  • WpView
    LECTURAS 1,923
  • WpVote
    Votos 124
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContenido adultoConcluida sáb, jun 20, 2020
"Kenapa lo narik gue?" tanya Dara masih dengan setia memandang kearah lain. "Enggak sengaja tapi tas gue." balas Agha mengambil tas dari tangan Dara kemudian memakainya "Kenapa ngga langsung narik tasnya?" kesal Dara. "Salah narik." "Lain kali mata dipake ya teman." Mereka dipertemukan dengan kepribadian yang berbeda. Katanya perbedaan itu akan memperindah kehidupan tetapi bagaimana dengan mereka, apakah perbedaan akan menyatukan mereka atau malah menjauhkan mereka?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Juan [REVISI]
  • Inside You
  • Setinggi Langit
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Paradise
  • Limerence
  • Queennara [ON GOING]
  • Semesta dan Lukanya [TERBIT]
  • Sejenak Luka
  • FAKE BOYFRIEND [Completed]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido