Deep
  • WpView
    Reads 268
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 7, 2022
Byurrrr..... Perlahan tubuhnya semakin tertarik ke dasar kolam. Suara dengungan memenuhi telinganya tak karuan. Sampai akhirnya dia pun mulai hilang kesadaran... 'Ternyata selama ini aku terlalu keras sama diriku sendiri. Terlalu memaksa untuk melupakan semua hal tentang kamu. Selama ini aku selalu bilang baik baik saja bahkan bahagia. Padahal tersenyum saja aku masih belum bisa. Kemudian aku sadar. Begitu dalamnya cinta ku sampai aku tenggelam dan kesulitan buat lupain kamu' .... .....
All Rights Reserved
#343
deep
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • You're Here, But Not For Me
  • Cahaya Dirimu
  • DiaNda (END)
  • My (boy) Friend | Bbyu Vol.1
  • Jüst Stop Your Feelings!
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines