Apa Kamu Takut?

Apa Kamu Takut?

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 3, 2019
Seorang pemuda yang datang jauh dari kampung halamannya , ingin masuk sekolah ternama sakin beruntung dia dapat beasiswa.Dia namanya Fajar , tetapi telat awal masuk sekolah saat mengabsen daftar murid peserta baru karena membantu seorang nenek. Sialnya dia tidak dapat asrama untuk ditinggalinya.Dia merasa aneh dan bertanya lalu panitia sekolah menjawab bahwa asrama sudah penuh.Sakin curiganya ia bertanya ke dirinya sendiri kenapa sekolah ternama fasilitas asrama tidak memadai ,pasti panitia sekolah menolak karena tidak menyukai tampangku.Pemuda tersebut protes dimana ia akan tinggal kepada panita sekolah,ia kesal saat mendengar jika seminggu ini tidak masuk maka dia akan dikeluarkan. Pemuda itu pun pergi dari sekolah mencari kost murah.Berjam - jam mencari kesana sini,tidak menemukan kost untuk ditempatinya.Dia terus berlari dan berlari,kelaparan tanpa menyadari sampai di tepi hutan.Saat berhenti berlari terdengar suara gadis kecil dari dalam hutan ia pun mengikuti suara tersebut......
All Rights Reserved
#35
craft
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dunia Yang Bernyanyi
  • My Girlfriend Is A Shadow
  • ALERGA
  • ASRAMA NIRMALA (Hiatus)
  • Setelah Koma
  • All About You [END]
  • Buku Kosong [Complete]

Di sebuah senja yang menggantung redup di ufuk abad ke-8, ketika dunia masih dipenuhi bisikan mantra dan bayangan makhluk tak kasatmata, sekelompok remaja dari desa pinggiran dilanda kebosanan yang menyesakkan. Mereka hidup di zaman ketika sihir bukan sekadar cerita, melainkan napas yang mengalir di antara hutan-hutan purba dan reruntuhan batu kuno. Demi mengusir jenuh, mereka memutuskan menyusuri jalan setapak yang belum pernah disentuh kaki mereka, jalan yang konon dihindari para tetua karena dianggap "terlupakan oleh cahaya". Langkah demi langkah membawa mereka semakin jauh dari dunia yang mereka kenal, hingga akhirnya mereka berdiri di hadapan sebuah rumah tua yang nyaris runtuh. Dindingnya diselimuti lumut hitam, jendelanya gelap seperti mata yang kehilangan jiwa, dan udara di sekitarnya terasa dingin, seakan waktu sendiri enggan menyentuh tempat itu. Tak ada tanda kehidupan, hanya keheningan yang terlalu dalam untuk terasa wajar. Rasa penasaran, yang dalam dunia sihir seringkali lebih berbahaya daripada pedang, mengalahkan naluri mereka. Tanpa memahami tanda-tanda kuno yang terukir samar di ambang pintu, mereka melangkah masuk. Sekejap saja, dunia berubah. Lantai kayu berderit seperti merintih, dan udara dipenuhi aroma dupa terbakar serta darah yang telah lama mengering. Saat mereka menoleh ke belakang, pintu yang mereka lewati telah lenyap, digantikan oleh dinding batu yang dingin. Mereka bukan lagi di masa mereka sendiri. Rumah itu ternyata bukan sekadar bangunan tua, melainkan gerbang terkutuk yang mengikat jiwa-jiwa pada masa lalu yang kelam. Mereka kini terperangkap di era di mana sihir hitam merajalela, di mana pengkhianatan dan ritual terlarang meninggalkan luka pada waktu itu sendiri. Bayangan-bayangan bergerak tanpa tubuh, bisikan terdengar tanpa sumber, dan mata-mata tak kasat mengawasi setiap langkah mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines