Story cover for Koma by KKCathleen
Koma
  • WpView
    MGA BUMASA 132
  • WpVote
    Mga Boto 18
  • WpPart
    Mga Parte 4
  • WpView
    MGA BUMASA 132
  • WpVote
    Mga Boto 18
  • WpPart
    Mga Parte 4
Ongoing, Unang na-publish Oct 24, 2019
Renungan suci dengan kunang-kunang sebagai tamu, dan malam sebagai panggungnya. Menatap saling iba kepada bulan, 

"Apa kau sedang mengejekku?" Tanyaku dengan kerutan di dahi yang kian menjadi seiring terangnya rembulan bersinar di larut malam. Seolah mengejek.

"Lalu apa maumu?" Tanyanya di antara genangan air akibat hujan tak deras.

Kuusap air mataku, tak ingin berbicara dengannya, walaupun malam ini adalah panggungnya.

©KKCathleen
All Rights Reserved
Sign up to add Koma to your library and receive updates
o
#732rich
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Red [Cerita Pendek] ni helloparksungjeans
37 parte Ongoing Mature
"Nara, kamu nggak bisa seenaknya gitu dong sama perasaan orang." lelaki tampan dengan fitur rupa setara deskripsi dewa-dewa mitologi Yunani yang acapkali diagung-agungkan oleh hampir setiap insan itu melayangkan protes, menatapku lekat penuh goresan yang tak payah disembunyikan dari balik matanya. Aku menoleh, menerobos masuk dalam sukma lewat bulat besar matanya yang teduh, "Emang aku seenaknya gimana, Kak?" tanyaku pada Pramudya, yang entah sudah keberapa kali dicobanya gapai kedudukan yang terlanjur kukerek naik hingga sukar bagi tiap insan yang hendak mencapai. Dada Pramudya naik turun. Ia memejamkan matanya sejenak, sambil kuserok lagi keteguhan hatiku untuk tetap berada di puncak, menolak terlena dalam tawarannya akan ikrar tuk merengkuhku di hari tergelap yang terkadang mampir tuk kecohkan pandanganku akan masa mendatang. Kelopak mata Pramudya kembali terbuka - masih luka disimpannya disana. "Yang deketin aku pertama kan kamu, terus waktu aku tertarik juga ke kamu, sekarang kamu bilang kamu nggak mau ada di hubungan apapun? Itu maksudnya apa kalau nggak semena-mena?" Pramudya curah perasaannya dengan marah, meski tetap rendah nadanya teralun. Aku tertawa kecil. Lelaki yang cermat. Sungguh jika masih tersisa percaya meski hanya seujung kuku dalam hati, rela kuselami palungku demi Pramudya. Namun sayang, lenyap sudah pandangan baikku akan cinta, hingga yang tersisa bagi Pramudya hanyalah Nara yang rapuh lekat dengan segala traumanya.
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
Juan and Bulan (COMPLETED) cover
The Dryades || Jung Jaehyun [Completed] cover
life of Star Flower (Kalgukjju Au) cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
Gengsi (Taehyung-Seulgi) cover
Memories in Moon cover
SELENOPHILE cover
Red [Cerita Pendek] cover
As The Moon So Beautiful cover

Juan and Bulan (COMPLETED)

19 mga parte Kumpleto

KARYA KEENAM🎉 SEQUEL DARI KANIA [PARA PLAGIAT MENJAUHLAH!!!] "bisakah aku mengobati relung hatimu?" Tanya Bulan "Maaf, tapi aku tidak membutuhkannya," balas Juan datar Bulan tersenyum miris kemudian menatap ke atas dan melihat bulan yang begitu indah di malam hari. "Jika kamu rindu lihat saja ke atas karena bulan akan menyampaikan rasa rindumu padaku" Highest rank: #8 (romancesad) #9 (unhappy) #33 (Juan)