Story cover for Loved You by cahyarenata
Loved You
  • WpView
    Bacaan 902
  • WpVote
    Undian 218
  • WpPart
    Bahagian 26
  • WpView
    Bacaan 902
  • WpVote
    Undian 218
  • WpPart
    Bahagian 26
Sedang Ditulis, Pertama kali diterbitkan Okt 24, 2019
Seorang gadis dengan senyum manis dan juga ramah hanya kepada orang tertentu saja dia bersikap ramah kenyataannya dia gadis jutek yang berasal dari keluarga kaya raya bahkan bisnis keluarga nya sudah menyebar ke seluruh Asia. Yang mempunyai masa lalu kelam yang bahkan sampai saat ini masih dia ingat dan berharap seseorang itu kembali.

Berjalannya waktu datanglah seseorang yang mengisi hari- harinya mengubah segalanya menjadi lebih berwarna. Tapi semuanya tak berjalan dengan semestinya, kembali nya seseorang dari masa lalu merubah segalanya dalam sekejap.

Alangkah perjalanan si gadis dengan senyum manis itu akan berakhir dengan baik?

                          *****
" Aku sadar seseorang yang ada dimasa lalu mu itu amat berharga, sedangkan aku hanya orang asing yang tiba-tiba masuk mengisi hari-harimu. Perjuangkan kebahagiaan mu walaupun kebahagiaan mu bukan denganku."

" Aku gamau kamu ninggalin aku. Mana yang janji kamu bakal terus bahagia bareng aku nyatanya semua yang kamu omongin itu omong kosong Jun "

" Maafin aku tapi aku cukup sadar diri saingan aku masa lalu mu. Masa lalu yang nggak akan pernah kamu lupakan bahkan sampai saat ini masih kamu nantikan kembalinya seseorang dari masa lalu itu . Aku pamit bahagia selalu gadis kesayangan Juna."
Hak Cipta Terpelihara
Daftar untuk menambahkan Loved You pada pustaka anda dan menerima kemas kini
atau
#28albert
Garis Panduan Isi
You may also like
Truth After Love (Tamat, segera terbit) oleh tiaxyl
36 bahagian Sedang Ditulis Matang
perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
You may also like
Slide 1 of 8
WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √ cover
Antara Jarak Dan Waktu cover
Dusk In Your Eyes cover
ALEYA~~ cover
HUJAN WAKTU ITU cover
Truth After Love (Tamat, segera terbit) cover
A Love Left Unspoken  cover
TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING cover

WHY DOES MY BROTHER HATE ME? [REV] √

46 bahagian Cerita Lengkap Matang

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?